Skywalk Kayutangan Heritage dan Soekarno-Hatta Masih Tahap Penyusunan DED
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Yunan Helmy
23 - Feb - 2026, 12:59
JATIMTIMES - Wacana pembangunan skywalk di kawasan Soekarno-Hatta dan Kayutangan Heritage terus dimatangkan. Saat ini Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang masih dalam tahap penyusunan detail engineering design (DED).
Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto menjelaskan bahwa wacana skywalk tersebut masih belum ada DED. Saat ini pihaknya hanya memiliki konsep rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL).
Baca Juga : Demi Takjil Aman Pemkot Malang Siapkan Skema Lokalisasi Pasar Ramadan
“Lha di RTBL itu memang dikonsepkan di sana nanti akan ada apa skywalk. Cuma kita belum bisa bicara secara detail karena DED-nya kan belum kita buat,” kata Dandung, Senin (23/2/2026).
Saat ini, Dandung menyebut Soekarno-Hatta dan Kayutangan Heritage masih berkonsep kawasan. Sementara disinggung bagaimana nanti penyusunan skywalk tersebut, Dandung sedikit membocorkan bahwa nantinya akan banyak penataan pada kawasan tersebut, termasuk pedestrian dan lalu lintasnya.
“Ya kita tata di sana, pedestrian-nya kita tata, kemudian apa terkait dengan penataan parkirnya, lalu lintasnya di sana, kan kita buat seperti itu. Cuma detailnya saya belum bisa bicara karena kan belum DED,” ungkap Dandung.
Sementara untuk anggarannya, Dandung mengaku belum tentu menggunakan pembiayaan dari Bank Dunia. Karena itu pihaknya masih menunggu keputusan final dari wacana tersebut.
“Kami belum memastikan ya. Cuma di pusat itu ada kegiatan yang dibiayai Bank Dunia, itu untuk konsep pengembangan dan penataan kawasan seperti itu,” tukas Dandung.
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Malang memiliki wacana untuk mendongkrak daya tarik dua kawasan ikonik itu, Kayutangan Heritage dan Soekarno-Hatta atau Suhat. Salah satu gebrakan yang tengah disiapkan adalah pembangunan skywalk di dua titik tersebut, lengkap dengan konsep berbeda yang disesuaikan karakter masing-masing kawasan.
Bahkan, rancangan pengembangan dua kawasan strategis itu telah diajukan kepada Bank Dunia. Proposal tersebut mencakup konsep integrasi kawasan hingga pembangunan jalur pedestrian layang yang diharapkan menjadi magnet baru pariwisata dan ruang publik.
Baca Juga : Ramadan Bergema di Balik Jeruji Lapas Malang, Tarawih dan Tadarus Hidupkan Semangat Hijrah Warga Binaan
Terkait kebutuhan anggaran, Pemkot Malang masih menunggu respons lebih lanjut dari Bank Dunia. Saat ini, pemerintah kota baru sebatas mengajukan konsep besar pengembangan.
Untuk kawasan Kayutangan, rencana pengembangan tidak hanya berhenti pada pembangunan skywalk. Pemkot Malang merancang integrasi kawasan secara menyeluruh agar terhubung dengan berbagai titik potensial di pusat kota. Mulai dari Alun Alun Merdeka, DKM, Pasar Splendid, Tarekot, Monumen Tugu Balai Kota Malang, Stasiun Malang hingga Kampung Warna Warni Jodipan akan dirangkai menjadi satu kesatuan destinasi yang tertata.
Sementara itu, kawasan Suhat akan difokuskan sebagai kawasan milenial yang semakin memperkuat identitasnya sebagai pusat kuliner Kota Malang. Kehadiran skywalk diproyeksikan mampu meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus menciptakan ruang interaksi baru yang lebih modern dan representatif.
Jika terealisasi, proyek ini bukan sekadar mempercantik kota. Lebih dari itu, pembangunan skywalk Kayutangan dan Suhat digadang menjadi langkah strategis Pemkot Malang dalam membangun konektivitas kawasan, menata ruang publik, sekaligus mengangkat daya saing pariwisata Kota Malang ke level yang lebih tinggi.
