Perlakuan Tak Manusiawi terhadap Aktivis Freedom Flotilla Viral, Itamar Ben-Gvir Tuai Kecaman
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
22 - May - 2026, 05:45
JATIMTIMES - Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, secara terbuka mengecam Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, setelah beredarnya video perlakuan terhadap para aktivis Koalisi Armada Kebebasan atau Freedom Flotilla Coalition yang menuai sorotan dunia internasional.
Dilansir dari Middle East Monitor pada Jumat (22/5/2026), Sa'ar menilai tindakan Ben-Gvir dalam video tersebut justru merusak citra Israel di mata dunia. Kritik itu disampaikan melalui unggahan di media sosial X setelah sejumlah rekaman dari wilayah Ashdod memperlihatkan perlakuan terhadap para aktivis yang ditahan usai misi bantuan menuju Gaza.
Baca Juga : Kondisi Korban Persetubuhan Oknum Ojol di Malang Jadi Fokus Pendampingan Psikologis
“Anda telah secara sengaja merusak negara dengan pertunjukan memalukan ini, dan ini bukan pertama kalinya,” tulis Sa'ar dalam unggahannya.
Sa'ar juga menegaskan bahwa tindakan Ben-Gvir dinilai telah merusak kerja keras tentara Israel, para diplomat, hingga pegawai sipil negara tersebut. Dalam pernyataannya, Sa'ar bahkan menegaskan bahwa Ben-Gvir bukan representasi wajah Israel di mata internasional.
Kontroversi itu muncul setelah video-video yang beredar memperlihatkan sejumlah aktivis Freedom Flotilla Coalition diperlakukan secara tidak manusiawi saat berada dalam tahanan Israel. Koalisi tersebut diketahui menaungi misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang mencoba menyalurkan bantuan ke Gaza melalui jalur laut.
Dalam rekaman yang viral di media sosial, tampak sejumlah aktivis dipaksa bersujud dengan tangan terikat. Salah satu video yang diunggah langsung oleh Ben-Gvir di akun X miliknya memperlihatkan dirinya berdiri di hadapan para aktivis sambil membawa bendera Israel.
“Begitulah cara kami menyambut para pendukung terorisme. Selamat datang di Israel,” ucap Ben-Gvir dalam video tersebut.
Baca Juga : Gelombang Pasang Terjang Pesisir Landangan Situbondo, Dapur Rumah Warga Rusak Berat
Kritik terhadap Ben-Gvir juga datang dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dilansir AFP, Netanyahu menyebut tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai maupun norma yang dijunjung Israel.
“Cara Menteri Ben Gvir menangani aktivis Flotilla tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel,” ujar Netanyahu dalam pernyataannya.
Perlakuan terhadap para aktivis itu turut memicu reaksi internasional. Sejumlah negara seperti Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada dilaporkan memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi atas insiden tersebut.
