Dinsos-P3AP2KB Perkuat Kapasitas Petugas Layanan Di Tengah Meningkatnya Kasus Kekerasan
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
A Yahya
11 - Aug - 2026, 07:49
JATIMTMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang memperkuat data dan kapasitas lembaga melalui pelatihan trauma healing serta manajemen stres bagi petugas layanan di tengah meningkatnya kasus kekerasan di Kota Malang.
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Muhamad Sailendra menyampaikan, berdasarkan data UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Malang menunjukkan, sebanyak 120 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tercatat pada tahun 2024. Jumlah tersebut mengalami peningkatan menjadi 185 kasus pada tahun 2025. Sementara itu, hingga 30 Juli 2026, UPT PPA Kota Malang telah menerima 100 kasus.
Baca Juga : Makam Bung Karno Resmi Buka 24 Jam, Wali Kota Blitar: Dekatkan Masyarakat dengan Sang Proklamator
Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap layanan perlindungan perempuan dan anak masih cukup tinggi. Namun, pihaknya beranggapan dengan meningkatnya laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka dapat menjadi salah satu indikator dari keberanian masyarakat atau korban untuk melapor, serta tumbuhnya kepercayaan terhadap layanan perlindungan yang telah dibangun pemerintah bersama berbagai pihak.
"Kepercayaan tersebut harus kita jawab dengan pelayanan yang semakin profesional, berkualitas dan berperspektif pada kebutuhan korban," ungkap Sailendra, Selasa (11/8/2026).
Oleh karena itu, dalam kegiatan penguatan data dan kapasitas lembaga melalui pelatihan trauma healing serta manajemen stres ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua DWP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya sekaligus Bendahara Yayasan Arunika Perempuan Nusantara Royani Liza Hayati dan Dosen Politeknik Negeri Malang sekaligus Koordinator Bidang Sosial Yayasan Arunika Perempuan Nusantara Ayu Sulasari.
Di mana untuk para peserta terdiri dari unsur pengelola Pusat Pembelajaran Keluarga atau Puspaga se-Kota Malang, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kelurahan serta unsur layanan dari pilar-pilar sosial lainnya.
Menurutnya, petugas layanan berada pada posisi yang tidak ringan. Setiap hari mereka harus berhadapan dengan perempuan korban kekerasan, anak yang mengalami perlakuan salah, keluarga yang tengah berkonflik hingga masyarakat dalam kondisi rentan. Situasi tersebut membutuhkan kemampuan tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara psikologis.
"Karena itu, pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan petugas melalui materi trauma healing, manajemen stres, self-care, pencegahan burnout, praktik relaksasi hingga simulasi penanganan kasus," jelas Sailendra.
Baca Juga : Bupati Sanusi Tinjau Kawasan Gunung Bromo Usai Alami Kebakaran Via Jemplang
Sailendra berharap, para petugas layanan dapat menerapkan materi-materi yang telah didapatkan
Dinsos P3AP2KB berharap penguatan kapasitas tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh harus dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.
Dengan petugas yang semakin siap dan memiliki kemampuan pengelolaan diri yang baik, kualitas pendampingan terhadap perempuan, anak dan keluarga yang membutuhkan perlindungan diharapkan semakin kuat.
"Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar, berdiskusi, saling menguatkan, dan saling berbagi pengalaman," pungkas Sailendra. (ADV)
