Heboh Menu MBG Gunakan Buah Kecapi, Dinilai Tak Ramah untuk Anak: Memang Iya? Berikut Faktanya
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
20 - Jan - 2026, 07:03
JATIMTIMES - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya foto dan video menu makanan yang menggunakan buah kecapi di wilayah SPPG Gunung Sindur, Pengasinan 1, Kabupaten Bogor. Menu tersebut menuai kritik karena dinilai tidak sesuai untuk kelompok sasaran anak-anak.
Menanggapi polemik yang viral di media sosial, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada penerima manfaat.
“Untuk penerima manfaat kami, saya selaku Kepala SPPG Bogor Gunung Sindur Pengasinan memohon maaf atas ketidaksesuaian,” ujar Kepala SPPG melalui unggahan Instagram @sppgdesapengasinan, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa menu tersebut memang tidak tepat untuk anak usia dini hingga siswa SD kelas rendah.
“Bahwasanya 19 Januari 2026 telah tersebar video viral yang menyatakan bahwa buah pada menu tersebut tidak tepat sasaran untuk kelompok usia balita, TK, PAUD, SD kelas 1 sampai kelas 3,” lanjutnya.
Lantas, mengapa buah kecapi dinilai tidak layak jadi menu MBG? Apakah buah ini tidak memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan? Berikut penjelasan lengkapnya:
Kandungan Gizi Ada, Tapi Bukan Penentu Utama
Buah kecapi sejatinya memiliki kandungan vitamin C dan antioksidan yang cukup baik untuk kesehatan. Namun, dalam konteks program MBG, kandungan gizi bukan satu-satunya pertimbangan. Aspek keamanan konsumsi, kepraktisan, dan kesesuaian dengan kebiasaan makan anak menjadi faktor penting.
Berdasarkan berbagai laporan serta evaluasi uji coba MBG yang dilansir dari berbagai sumber, buah kecapi dinilai kurang ideal untuk dijadikan menu pendamping makanan bagi anak-anak.
Alasan Buah Kecapi Kurang Tepat untuk Menu MBG
1. Sulit Dikonsumsi Anak-Anak
Buah kecapi memiliki kulit yang keras, tebal, dan bergetah. Kondisi ini menyulitkan anak-anak, terutama balita dan siswa SD kelas awal, untuk mengupas dan mengonsumsinya secara mandiri.
2. Daging Buah Melekat pada Biji Besar
Daging buah kecapi menempel kuat pada bijinya yang berukuran besar. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko tersedak dan membuat anak merasa tidak nyaman saat makan.
3. Rasa Dominan Asam
Baca Juga : Dana Rp54 Miliar untuk Rehab Sekolah, DPRD Situbondo Apresiasi dengan Dua Catatan Penting
Meski ada jenis yang manis, sebagian besar buah kecapi memiliki rasa asam yang cukup kuat. Rasa ini umumnya kurang disukai anak-anak dibandingkan buah yang lebih manis dan familiar seperti pisang atau jeruk.
4. Buah Langka dan Tidak Populer
Kecapi tergolong buah yang jarang ditemui di pasaran. Banyak anak tidak mengenalnya, sehingga muncul rasa ragu atau enggan untuk mencicipi.
5. Masalah Kebersihan dari Getah
Kulit kecapi mengandung getah putih lengket yang dapat menempel di tangan dan peralatan makan. Jika tidak dibersihkan dengan benar oleh penyedia makanan, kondisi ini berisiko menimbulkan masalah higienitas.
Buah kecapi bukan buah yang buruk dari sisi nutrisi. Namun, dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, buah ini dinilai kurang praktis, kurang aman, dan minim daya tarik bagi anak-anak. Hal inilah yang membuatnya dianggap tidak tepat sebagai menu MBG.
Evaluasi menu seperti ini menjadi penting agar pelaksanaan MBG ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik penerima manfaat, sehingga tujuan pemenuhan gizi anak dapat tercapai secara optimal.
