Ilustrasi virus corona (coronavirus) atau covid-19. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi virus corona (coronavirus) atau covid-19. (Foto: Shutterstock)

Seiring terus merebaknya virus corona atau covid-19 ke berbagai negara, Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan ada dua warga negara Indonesia (WNI) positif corona.
Dalam pengumuman yang disampaikan hari ini (Senin, 2/3), Jokowi menyebut penyebab dua WNI tersebut positif virus corona lantaran sempat berkontak dengan seorang warga negara Jepang yang juga positif virus corona.

Sebelumnya, sebanyak 238 WNI yang berada di Wuhan China telah dipulangkan ke wilyahnya masing-masing. Mereka telah mengalami proses karantina di Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, KabupatenNatuna, Kepulauan Riau (Kepri). Semuanya dinyatakan negatif virus corona.

Namun, dikabarkan jika ratusan WNI yang dipulangkan tersebut tanpa melalui pemeriksaan virus corona. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdalih pengujian tidak dilakukan lantaran harga alat pengujian yang mahal. Yakni, reagen ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Lalu, bagaimana nasib dari tiga warga Kota Malang yang ikut dipulangkan dari Natuna pada Sabtu (15/2)? Wali Kota Malang Sutiaji memastikan hingga saat ini ketiga warga Kota Malang tersebut berstatus negatif corona. Mereka telah menjalani pemeriksaan di Natuna dengan standard operational procedure (SOP) internasional sebelum dipulangkan.

"Di sini laporannya anak ini sudah melalui tahapan-tahapan yamg dilakukan sesuai dengan SOP dan anak ini negatif (virus corona)," katanya saat ditemui Senin (2/3).

Meski begitu, pemkot juga terus melalukan pemantauan kondisi kesehatan dari WNI yang dipulangka bekerja sama dengan berbagai pihak. "Kami  terus pantau kesehatannya. Lalu kerja sama juga dengan perguruan tinggi karena mereka kan juga harus lanjut sekolah," ucapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menyebut pemantauan kesehatan bukan hanya dilakukan terhadap WNI yang pulang dari Wuhan, China. Melainkan seluruh warga Kota Malang juga ikut dipantau agar selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Iya, instruksi dari Gubernur Jawa Timur Bu Khofifah bahwa pemerintah daerah tetap harus memantau warga negaranya yang baru pulang dari China ataupun yang dari negara terjangkit. Dan itu terus dilakukan pengawalan," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif.

Pihak Dinkes Kota Malang lebih lanjut juga telah melakukan pendataan dan mengunjungi ketiga warga Kota Malang yang dipulangkan dari Wuhan. Kemudian, terus melakukan pengawasan secara pasif. Sehingga, kewaspadaan akan kasus ini bisa disadari dan apabila ada gejala maka dianjurkan segera mengunjungi fasilitas layanan kesehatan (yankes) di Kota Malang.

"Kami lakukan pengawasan secara pasif, sudah bertemu dengan mendatangi mereka. Kami sampaikan terutama terkait PHBS, kemudian bagaimana meningkatkan daya tahan tubuhnya. Dan kalau ada sesuatu gangguan terutama di saluran perbapasan cepat hubungi fasilitas kesehatan," pungkas dia.