Bangunan cucian mobil yang berada di dekat kawasan Exit Tol seksi V Malang-Pandaan di Kelurahan Madyopuro (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Bangunan cucian mobil yang berada di dekat kawasan Exit Tol seksi V Malang-Pandaan di Kelurahan Madyopuro (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

Finishing exit tol seksi V Madyopuro, Tol Mapan (Malang-Pandaan) hingga kini belum juga dioperasikan. Penyebabnya, karena bangunan cucian mobil yang berdekatan dengan pintu exit urung dilakukan pembongkaran.

Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan mengambil langkah hukum untuk bangunan bisa segera dibongkar, tidaklah gampang. Hingga saat ini, apraisal nilai tali asih atau santunan untuk penggantian bangunan tersebut belum diketahui.

Santunan atau tali asih ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Dalam Rangka Penyediaan Tanah Untuk Pembangunan Nasional.

"Masih menunggu, dalam minggu ini apraisalnya penentuan jumlah santunan, bahasa hukumnya begitu," kata Wali Kota Malang Sutiaji.

Berdasarkan Perpres tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) berhak mengambil diskresi terhadap proyek strategis untuk segera dituntaskan. Dalam hal ini BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) yang diminta menyelesaikan penghitungan bersama jasa penilai.

"Ketika itu nggak mau, kan ini somasi dan tetap jalan, terima atau tidak ya eksekusi," tegasnya.

Sementara itu, proses uji kelayakan dikatakannya juga telah dilakukan. Hal itu untuk mengetahui sejauh apa verifikasi tol bisa digunakan. Termasuk, berkaitan dengan rambu-rambu yang terpasang sudah sesuai kualifikasi atau belum.

"Uji laik untuk verifikasi sudah dilakukan. Ya kita tunggu secepatnya bisa beroperasi," pungkas dia.