Riuh pendemo ditengah terik panas Perempatan Rajabali Kota Malang (Hendra Saputra)
Riuh pendemo ditengah terik panas Perempatan Rajabali Kota Malang (Hendra Saputra)

Ribuan pendemo yang didominasi oleh mahasiswa telah memadati perempatan Rajabali, Kota Malang. Massa aksi tersebut dikawal penjagaan ketat dari pihak kepolisian. 

Pelaksanaan aksi unjuk rasa lanjutan tersebut molor sekitar 6 jam dari jadwal. Pada surat pemberitahuan yang beredar, rencananya aksi akan digelar pukul 07.00 WIB. Namun, hingga pukul 13.00 WIB aksi belum dimulai. 

Baca Juga : Hadapi Aksi Demo Besok, Satlantas Polresta Malang Kota Siapkan Rekayasa Lalin

 

Hari ini (Selasa, 20/10/2020) rencananya akan ada 3 ribu masa aksi yang kembali menyuarakan aspirasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Dari pantauan di lokasi, perempatan Rajabali dipenuhi ratusan orang berkaus hitam dari kalangan mahasiswa. Sementara massa berkaus merah dari kalangan buruh. 

Mereka diberi sekat untuk membedakan massa mahasiswa dan yang dari elemen buruh. Di sana, mereka menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI 5 September 2020 di Jakarta. 

Dalam orasinya, salah satu perwakilan mahasiswa mengajak masyarakat untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Bahkan, mereka juga ikut mengajak Polisi dan TNI untuk melepas baju dan bergabung dengan demonstran.

"Bapak polisi, bapak tentara. Ini adalah pendidikan politik untuk bapak polisi dan tentara. Kita tidak mengajari bapak, tapi kami mohon pengertian dengan kondisi seperti ini," serunya yang disambut demonstran lain dengan tepuk tangan.

Baca Juga : Unjuk Rasa Berpotensi Ditunggangi, Polresta Malang Kota Siapkan 3.000 Personel Gabungan

 

Hingga berita ini ditulis, massa masih bertahan di perempatan Rajabali dan menunggu massa lainnya. Rencananya, aksi akan dilangsungkan juga di depan gedung DPRD Kota Malang.