Joe Biden dan Kamala Harris (Foto: Deadline)
Joe Biden dan Kamala Harris (Foto: Deadline)

Joe Biden akhirnya berhasil memenangkan hasil suara dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS). Ia dinyatakan menang atas calon petahana Donald Trump pada 3 November 2020.  

Dalam pemilu ini Biden didampingi Kamala Harris sebagai wakil presiden. Hasil pemilu update pada Minggu (8/11/2020), Biden berhasil meraih 290 suara yang melebihi target 270 suara.

Baca Juga : Program Padat Karya di Lumajang Bantu Perekonomian Warga

Sementara, Donald Trump hanya mendapatkan 214 suara. Hasil ini tentunya menunjukkan jika Biden dan Kamala berhasil untuk melenggang ke Gedung Putih.

Dalam periode kampanye dan debat capres, tercatat sedikitnya ada dua program kontroversial yang pernah diutarakan baik oleh Biden maupun Harris sebelum mereka terpilih. Apa saja?

1. Membela Hak Reproduksi Perempuan

Dalam kampanyenya, Harris menyatakan jika akan membela hak reproduksi dan hak untuk melakukan aborsi. Setelah kematian Hakim Ruth Bader Ginsburg, Harris berpendapat jika calon hakim MA yang dicalonkan Trump, Amy Coney Barrett bisa membalikkan Roe.v.Wade (keputusan penting MA AS) yang tak akan disetujui Harris.  

"Tidak ada masalah lain yang begitu merendahkan dan mencemarkan karya kehidupan Hakim Ginsburg, kemudian membatalkan keputusan penting dalam sejarah pengadilan yang membuatnya menjadi jelas, seorang wanita memiliki hak untuk membuat keputusan tentang tubuhnya sendiri," ujar Harris melansir dari ABC News.  

Selain itu, dalam kampanyenya, Kamala berulang kali menyerukan kepada para pemimpin untuk mendengarkan para ilmuwan dan pakar tentang bagaimana menghadapi virus tersebut. Ia bahkan mengutuk penanganan pandemi Covid-19 ala Trump.  

2. Kirim Warga AS ke China, Pelajari Virus Covid-19

15 Oktober lalu, Biden mengatakan jika ia ingin mengirim warga AS ke China untuk belajar tentang virus Covid-19. Hal itu disampaikan Biden saat town hall meeting acara pengganti debat capres AS yang disiarkan oleh saluran TV ABC.  

Di kesempatan itu, Biden kembali menyerang Donald Trump dalam menangani kasus Covid-19 di AS. Menurutnya, Trump melewatkan banyak hal.  

Baca Juga : Melalui KIM, Permudah Masyarakat Gali Informasi dan Tingkatkan Perekonomian Daerah

Alih-alih menangani dengan tepat dampak Covid-19, Trump justru kerap mengucapkan pernyataan yang tidak benar.  

"Dia melewatkan peluang besar dan terus mengatakan hal-hal yang tidak benar (soal corona)," kata Biden.

Di sisi lain, Biden juga mengatakan ia akan bekerja sama dengan para gubernur jika terpilih sebagai presiden untuk mengamanatkan penggunaan masker.  

"Dia tidak berbicara tentang apa yang perlu dilakukan karena dia terus mengkhawatirkan, menurut saya, tentang pasar saham," kata Biden mengkritik Trump.

Perlu diketahui, pasangan calon presiden dan wakil presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden dan Kamala Haris keluar sebagai pemenang dalam pilpres AS 2020 yang digelar Rabu (3/11) waktu setempat.  

Keduanya berhasil mengungguli perolehan suara atas pasangan petahana dari Partai Republik, Donald J. Trump dan Mike Pence di Pennslyvania.

Melansir dari CNN Projection, Biden bakal menjadi presiden terpilih ke-46 Amerika Serikat.