Para personel yang hingga sampai saat ini tetap setia pada Kingkong Milkshake. (Foto: Dok. Kingkong Milkshake)
Para personel yang hingga sampai saat ini tetap setia pada Kingkong Milkshake. (Foto: Dok. Kingkong Milkshake)

Di tengah situasi dan kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan niat salah satu unit Pop Punk asal Kota Malang, yakni Kingkong Milkshake untuk meluncurkan full album keduanya yang bertajuk "Teleportasi".

Full album "Teleportasi" dirilis dalam dua versi yakni dalam format digital dan fisik. Secara digital, album ini dapat didengarkan melalui kanal seperti Spotify, iTunes, Deezer dan Amazon Music. Kingkong Milkshake juga menyediakan dalam format fisik yang berupa CD (Compact Disc) bagi para penikmat yang mencintai rilisan fisik.

Baca Juga : Hadirkan Lagu Takut Nanti Rindu, Rinni Wulandari Ceritakan Momen Terindah Bersama Buah Hati

Album ini berisikan 10 lagu dengan tempo cepat, di antaranya "Takkan Kembali", "Jerit Tak Berdaya", "Marryland", "Bukan Penantianmu", "Kepergianmu", "Sebuah Prasangka", "All Is Problem", "Batas Ini", "Teleportasi", “Forgive Your Mistakes”. Lagu-lagu ini membuat pendengar seperti dikoyak-koyak dan pastinya ingin segera menikmati gigs-gigs yang telah lama vakum akibat pandemi Covid-19.

Band yang terbentuk sejak tahun 2012 ini sudah banyak menelurkan beberapa karya seperti EP (Extended Play) yang bertajuk "Melampaui Garis" yang telah dirilis tahun 2016, serta single bertajuk "Gelap Terlupakan" yang dirilis tahun 2017.

Sadat selaku vokalis dan bassis Kingkong Milkshake mengatakan album kedua ini memilih judul "Teleportasi". Dia mengaku bahwa kata ini mengacu pada suatu proses perpindahan yang sangat cepat.

"Perpindahan itu tergambar dalam proses pembuatan, hingga warna musik yang mereka bawakan. Selain itu, teleportasi sendiri menjadi judul salah satu dari sepuluh lagu yang ada dalam full album," ungkapnya dalam pers rilis yang diterima oleh media online ini, Sabtu (28/11/2020).

Dari kesepuluh lagu yang memenuhi track dalam full album bertajuk "Teleportasi" ini memiliki tema yang beragam. Sadat menyebut, tema seperti keresahan masing-masing personel melihat perkembangan sosial media, politik, fenomena hijrah, hingga kesedihan menjadi materi yang mereka racik.

"Album ini dikerjakan pada tahun 2019 dan rencana awal dirilis di awal tahun 2020. Namun karena satu dan lain hal album ini akhirnya dirilis di penghujung tahun 2020," ujarnya.

Baca Juga : 15 Kota Terpilih Selenggarakan JAFF 2020, Jember Salah Satunya

Dengan dirilisnya full album dari Kingkong Milkshake yang bertajuk "Teleportasi" ini, Sadat bersama personel lainnya berharap agar semua orang dari segala kalangan dapat menikmati persembahan karya terbaru mereka.

"Akhirnya album ini bisa dirilis tahun ini. Semoga dengan segala perubahan yang ada di album ini semua orang yang dengerin bisa suka," tandasnya.

Hingga saat ini, Kingkong Milkshake diperkuat oleh Sadat (vokalis/bassis), Habib (Gitaris), Edo (Drummer) dan Nizar (Gitaris). Serta berkomitmen akan terus berkarya pada relnya di jalur Pop Punk.