Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pelajar Tersesat Dua Hari di Gunung Slamet, Apa yang Harus Dilakukan Saat Tersesat di Gunung?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Oct - 2024, 19:25

Placeholder
Momen Naomi ditemukan oleh Tim SAR setelah dua hari tersesat di Gunung Slamet. (Foto: X)

JATIMTIMES - Baru-baru ini, seorang pelajar SMKN 3 Kota Semarang, Naomi Daviola, menjadi sorotan setelah hilang selama dua hari di Gunung Slamet. Naomi ikut serta dalam open trip pendakian pada Sabtu, 5 Oktober 2024, dengan jadwal turun pada Minggu, 6 Oktober 2024. Namun, saat mendaki, Naomi tersesat dan harus bertahan di alam liar selama dua hari. 

Menyadari dirinya tersesat, Naomi berusaha tetap tenang. Dia memutuskan untuk duduk dan istirahat sambil mencoba mencari jalan kembali. Di tengah kebingungannya, Naomi melihat seekor burung terbang dan berinisiatif untuk mengikuti arah burung tersebut. Namun, setelah berjalan beberapa saat, dia menyadari arah itu tidak membantu dan akhirnya kembali ke titik awalnya. 

Baca Juga : Pemerasan dan Ancam Menculik Mantan Majikan, Pria Asal Malang Dilaporkan ke Polisi

Dengan bekal yang sangat minim, hanya sepotong roti, Naomi bertahan di tengah hutan yang lebat. Ketika haus, dia turun ke bawah untuk mencari sumber air. Selama dua hari, Naomi memilih untuk tetap berada di satu tempat agar lebih mudah ditemukan oleh tim penyelamat. 

Keputusan itu terbukti tepat. Pada Selasa, 8 Oktober 2024, tim SAR berhasil menemukan Naomi di Pos 7 dalam kondisi selamat. Keberanian dan ketekunannya dalam menghadapi situasi tersesat sangat membantu proses penyelamatan. 

Pengalaman Naomi menjadi pengingat akan pentingnya pengetahuan dan keterampilan bertahan hidup di alam bebas. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan jika kita mengalami situasi serupa? Berikut adalah tips penting yang bisa diterapkan jika tersesat di gunung. 

Menurut Crisna dari Basarnas Indonesia, penting untuk menerapkan prinsip STOP saat kita menyadari bahwa kita tersesat. Prinsip ini diuraikan sebagaimana dilansir YouTube Prepper Indonesia, Jumat (11/10): 

1. S (Sit/Duduk) 

Ketika kita menyadari bahwa kita tersesat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah duduk dan beristirahat. Dengan begitu, kita bisa tenang dan berpikir jernih tentang langkah selanjutnya. 

“Yang paling penting adalah tetap tenang, duduk sejenak, dan hindari kepanikan. Ini akan membantu kita untuk berpikir dengan lebih baik,” ujar Crisna. 

2. T (Think/Berpikir) 

Setelah menenangkan diri, kita perlu memikirkan jalur yang telah dilalui, kondisi medan, dan perbekalan yang masih dimiliki. Mengingat kembali rute yang ditempuh bisa membantu dalam mengambil keputusan yang tepat. 

3. O (Observe/Observasi) 

Langkah selanjutnya adalah mengamati situasi di sekitar kita. Perhatikan cuaca, medan yang ada, serta waktu yang masih tersedia untuk bergerak. Selain itu, periksa kembali perbekalan yang tersisa. 

4. P (Plan/Perencanaan) 

Setelah melakukan observasi, buatlah rencana yang matang. Tentukan apakah kita akan bertahan di tempat atau melanjutkan perjalanan. Jika memutuskan untuk bergerak, pastikan kita meninggalkan tanda-tanda yang bisa diikuti oleh tim penyelamat, seperti memotong ranting atau meninggalkan barang-barang di sepanjang jalur. 

Baca Juga : Hari Santri Nasional 22 Oktober Apakah Hari Libur? Cek Disini

Lebih lanjut, Crisna menerangkan jika memutuskan untuk tetap di tempat, penting untuk membuat tempat perlindungan yang aman atau bivak. Dalam membuat bivak, pastikan lokasinya tidak berada di jalur angin langsung, bukan jalur lintasan binatang liar, dan jauh dari sungai atau kemungkinan longsor. 

"Tempat yang aman untuk membuat bivak adalah di lokasi yang terlindungi dari angin, jauh dari jalur hewan, serta terhindar dari pohon lapuk atau tanah yang rawan longsor," tambahnya. 

Selain perlindungan, mencari air juga menjadi prioritas utama. Air bisa didapatkan dari aliran sungai, air hujan, atau genangan air yang aman di sekitar. "Kita juga bisa menggunakan pohon-pohon beruas sebagai tempat tampungan air," ujarnya. 

Di samping air, sumber makanan juga harus dicari. Dalam situasi darurat, seseorang yang tersesat bisa memanfaatkan tumbuhan. Seperti rebung, pakis, umbi-umbian, atau bahkan membuat jebakan untuk binatang kecil. 

"Api juga sangat penting dalam situasi bertahan hidup. Api tidak hanya berguna untuk memasak dan menghangatkan tubuh, tetapi juga untuk menjauhkan binatang liar dan memberikan penerangan di malam hari," ujar Crisna. 

Saat melakukan aktivitas di alam bebas, perencanaan yang matang sangatlah penting. Membawa perlengkapan darurat seperti korek api, pisau, makanan ringan, dan peta dapat membantu seseorang bertahan jika hal-hal tak terduga terjadi. 

Pengalaman Naomi Daviola menjadi pelajaran berharga bahwa ketenangan dan pengetahuan tentang cara bertahan hidup di alam liar sangatlah penting. Dengan menerapkan prinsip STOP dan mengambil langkah yang tepat, kita bisa meningkatkan peluang untuk selamat jika tersesat di gunung atau di hutan. 


Topik

Peristiwa Pendaki Gunung tersesat Naomi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni