Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Harga Cabai Sentuh Rp95 Ribu, Wali Kota Malang Siapkan KAD hingga Warung Tekan Inflasi

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

04 - Feb - 2026, 16:31

Placeholder
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Lonjakan harga cabai di Kota Malang menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menjelang bulan suci Ramadan. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut, harga cabai yang kini menembus Rp95 ribu per kilogram menjadi salah satu komoditas yang terus dievaluasi secara ketat, bahkan mendapat sorotan langsung dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Wahyu mengungkapkan, persoalan cabai menjadi pekerjaan rumah yang diberikan menteri dalam negeri dalam evaluasi rutin mingguan, lantaran kenaikannya dinilai cukup signifikan. “Saya memang dikasih PR oleh Pak Menteri Dalam Negeri. Setiap minggu dievaluasi, terutama terkait cabai. Harganya memang sangat tinggi,” ujar Wahyu.

Baca Juga : Jelang Ramadan: Harga Cabai Tiba-Tiba Makin Pedas, Daging Relatif Stabil

Untuk menekan lonjakan harga tersebut, Pemkot Malang menyiapkan langkah strategis melalui kerja sama antar-daerah (KAD). Melalui skema ini, pemkot akan mendatangkan pasokan cabai dari daerah sekitar di Jawa Timur yang memiliki harga lebih murah.

“Nanti kita akan coba dengan KAD. Kita lihat lombok-lombok yang ada di sekitar Jawa Timur, yang mana harganya lebih murah,” ujar dia.

Selain KAD, Pemkot Malang juga akan mengoptimalkan kembali program warung tekan inflasi sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga cabai di tingkat masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menstabilkan harga komoditas hortikultura tersebut, terutama menjelang Ramadan.

Di sisi lain, kondisi di lapangan menunjukkan lonjakan harga cabai memang dirasakan pedagang dan konsumen. Warni, pedagang cabai, mengungkapkan harga cabai rawit melonjak drastis dalam 10 hari terakhir.

“Sekarang beli cabai rawit bagus bisa Rp95 ribu per kilo. Yang biasa itu sekitar Rp85 ribu. Padahal sebelumnya cuma Rp30–35 ribu,” ungkap Warni.

Ia menilai kenaikan harga cabai tidak selalu berkaitan dengan momen puasa, melainkan dipengaruhi oleh faktor cuaca dan pasokan dari petani.

“Cabai itu nggak mesti pas mau puasa naik. Kadang naik, kadang turun. Mungkin sekarang karena banyak banjir jadi barangnya nggak ada,” jelas Warni, 

Meski mahal, Warni menyebut pembeli relatif memahami kondisi tersebut. “Pembeli nggak apa-apa, sudah tahu dan sadar kalau lagi mahal,” katanya.

Baca Juga : Pengabdian Berbasis Lingkungan, Mahasiswa S2 STIE Malangkuçeçwara Hadir di Pandanajeng

Hal serupa disampaikan Lilis, pedagang sembako. Ia menyebut harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp30–40 ribu.

“Naiknya mulai lima hari lalu. Dari petaninya gak ada, stoknya kurang,” terang Lilis.

Menurut Lilis, cabai merupakan komoditas yang harganya sulit diprediksi. Saat stok menipis, harga bisa langsung melonjak tajam.

“Kalau kosong stoknya, langsung dinaikkan. Kalau musim bisa Rp20 ribu, kalau gak musim bisa sampai Rp100–200 ribu,” ujarnya.

Selain cabai rawit, kenaikan juga terjadi pada cabai manis yang kini berada di kisaran Rp6.500–7.000 per kilogram dari sebelumnya Rp3 ribu. Sementara harga bawang masih relatif stabil di kisaran Rp30 ribuan per kilogram.


Topik

Pemerintahan Pemkot Malang wali kota Malang Wahyu Hidayat harga cabai cabai



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan