JATIMTIMES - Fenomena langit langka bakal menghiasi sore hingga malam ini. Pada Sabtu (28/2/2026), sejumlah planet di tata suriya akan tampak “berjajar” dalam peristiwa yang dikenal sebagai parade planet atau planetary parade.
Dikutip dari penjelasan NASA, fenomena ini memang kerap disebut sebagai parade planet sejajar. Namun, itu bukan berarti semua planet benar-benar berada dalam satu garis lurus sempurna. Dari sudut pandang Bumi, mereka hanya tampak berderet di langit.
Baca Juga : Rekomendasi Anti-DDoS untuk E-Commerce
Yang menarik, sebagian planet bisa dilihat langsung tanpa alat bantu. NASA menyebut empat planet, yakni Merkurius, Venus, Jupiter, dan Saturnus, dapat diamati dengan mata telanjang jika cuaca cerah dan langit tidak tertutup polusi cahaya.
Sementara itu, Uranus dan Neptunus membutuhkan teleskop atau setidaknya teropong kecil untuk bisa terlihat jelas.
Mengutip laporan Live Science, pengamatan paling ideal dilakukan sekitar 30 menit hingga satu jam setelah matahari terbenam.
Arahkan pandangan ke langit barat. Merkurius dan Venus akan terlihat dekat cakrawala senja, dengan Saturnus berada sedikit lebih tinggi. Jika menggunakan teleskop, Neptunus tampak di dekat Saturnus.
Jupiter akan bersinar putih terang di langit selatan dan relatif mudah dikenali. Sementara itu, Uranus bisa ditemukan dengan bantuan teropong kecil, posisinya berada di sekitar area rasi Taurus, tak jauh dari gugus bintang Pleiades.
Fenomena ini tergolong spesial karena tidak terjadi setiap tahun. Dalam beberapa dekade, parade planet dengan komposisi serupa hanya muncul dalam rentang waktu tertentu.
Bagi yang masih awam, membedakan planet dengan bintang bisa jadi tantangan. Ilmuwan planet Sara Mazrouei dari Humber Polytechnic di Kanada menjelaskan, cahaya planet cenderung stabil dan tidak berkelap-kelip seperti bintang.
Baca Juga : Survei: 43,7% Publik Dukung Redenominasi Rupiah, Sentimen Positif Ungguli Penolakan
Sementara itu, ilmuwan planet Emily Elizondo dari Michigan State University menyebut momen seperti ini memberi pengalaman berbeda bagi pengamat langit.
Melihat banyak planet sekaligus, menurutnya, adalah cara menyenangkan untuk merasakan bagaimana astronom zaman dahulu memahami alam semesta, hanya dengan mengamati pergerakan titik-titik cahaya di langit malam.
Tak hanya parade planet. Langit akhir Februari juga akan dihiasi bulan sabit yang tampak membesar. Pada malam yang sama, bulan akan melintas dekat Gugusan Beehive (M44 atau NGC 2632), gugus bintang terang yang berjarak sekitar 577 tahun cahaya dari tata surya.
Kombinasi planet, bulan, dan gugus bintang membuat langit malam 28 Februari 2026 diprediksi jadi salah satu momen terbaik untuk berburu fenomena astronomi tahun ini.
Pastikan mencari tempat dengan pandangan langit terbuka, jauh dari gedung tinggi dan pepohonan, agar objek langit terlihat maksimal. Semoga informasi ini membantu ya.
