Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Jangan Sepelekan Seringnya Mata Sepet dan Perih, Bisa Jadi Tanda Dry Eye Disease

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

24 - Mar - 2026, 09:22

Placeholder
Ilustrasi seseorang yang mengalami kondisi mata kering. (pixabay)

JATIMTIMES - Paparan pendingin ruangan, kebiasaan menatap layar gadget terlalu lama, hingga kualitas udara yang buruk menjadi penyebab utama meningkatnya keluhan mata kering di masyarakat. Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal dapat menjadi tanda awal gangguan kesehatan mata yang dikenal sebagai dry eye disease.

Dokter spesialis mata Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma, dr Ahmad Thohir SpM menjelaskan bahwa mata kering terjadi ketika permukaan mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup dari air mata. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai faktor lingkungan maupun kebiasaan sehari hari yang tanpa disadari mempercepat penguapan air mata.

Baca Juga : Jejak Kampung Pemulung di Kotalama, dari Relokasi Bantaran Sungai hingga Tinggal Belasan Orang

"Mata kering sebenarnya merupakan bagian dari sindrom mata kering atau dry eye disease. Kondisi ini terjadi ketika permukaan mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup dari air mata," ujarnya.

Menurut dr Ahmad Thohir, salah satu penyebab yang paling sering ditemui adalah paparan pendingin ruangan atau AC dalam waktu lama. Udara dari AC cenderung lebih kering sehingga membuat air mata di permukaan mata lebih cepat menguap.

"Jika seseorang berada di ruangan ber AC, udara menjadi lebih kering sehingga air mata lebih cepat menguap. Akibatnya mata terasa kering, sepet, atau seperti ada benda asing," jelasnya.

Selain faktor lingkungan, kebiasaan menggunakan perangkat digital juga menjadi pemicu penting munculnya keluhan mata kering. Saat seseorang terlalu lama menatap layar komputer atau ponsel, frekuensi berkedip biasanya akan menurun secara signifikan.

Dalam kondisi normal, manusia berkedip sekitar 20 kali setiap menit. Namun ketika fokus menatap layar gadget, frekuensi berkedip bisa turun menjadi sekitar 5 hingga 7 kali per menit.

Padahal berkedip memiliki fungsi penting untuk menyebarkan air mata ke seluruh permukaan mata agar tetap lembap. Jika frekuensi berkedip berkurang, permukaan mata akan lebih cepat mengalami kekeringan.

"Ketika seseorang menatap layar komputer atau ponsel terlalu lama, frekuensi berkedip akan berkurang. Akibatnya air mata tidak tersebar dengan baik dan mata menjadi lebih cepat kering," kata Ahmad Thohir.

Ia menjelaskan bahwa air mata sebenarnya terdiri dari tiga lapisan yang memiliki fungsi berbeda. Lapisan pertama adalah lapisan minyak di bagian paling luar yang berperan menjaga agar air mata tidak cepat menguap.

Lapisan kedua adalah lapisan air yang berada di bagian tengah, sedangkan lapisan ketiga adalah lapisan mukus yang membantu air mata menempel pada permukaan kornea.

Lapisan minyak menjadi komponen penting dalam menjaga kestabilan air mata. Jika lapisan ini terganggu atau penguapan terjadi terlalu cepat akibat udara kering atau angin, maka mata akan lebih mudah mengalami kekeringan.

Gejala mata kering dapat muncul dalam berbagai bentuk. Penderita biasanya merasakan mata sepet atau perih, sensasi seperti ada benda asing, mata terasa ganjel, hingga mata yang mudah lelah.

Selain itu penglihatan juga dapat terasa tidak stabil. Pada beberapa kondisi, penglihatan terasa kadang jelas dan kadang kabur meskipun ukuran minus mata sebenarnya tidak berubah.

Keluhan lain yang sering muncul adalah sensasi terbakar pada mata, mata yang lebih sensitif terhadap angin atau AC, serta kemerahan pada mata.

Menurut Ahmad Thohir, keluhan tersebut tidak boleh diabaikan jika berlangsung cukup lama. Jika gejala mata kering terjadi lebih dari dua minggu atau sering kambuh meskipun sudah menggunakan obat tetes mata, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Ia menambahkan bahwa lapisan air mata juga berperan penting dalam kualitas penglihatan. Jika lapisan tersebut tidak stabil, cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan dengan baik sehingga penglihatan terasa kadang jelas dan kadang kabur.

Baca Juga : Layanan Cleft Center RSI Unisma Buka Operasi Bibir Sumbing Gratis bagi Pasien dari Seluruh Indonesia

Beberapa kelompok masyarakat juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami mata kering. Perempuan termasuk kelompok yang lebih rentan karena dipengaruhi faktor hormon.

Selain itu penderita penyakit autoimun, orang yang pernah menjalani operasi katarak, serta pekerja yang harus menatap layar komputer lebih dari enam jam sehari juga memiliki risiko lebih besar mengalami kondisi ini.

Bagi pekerja yang sehari hari menggunakan komputer, ia menyarankan untuk memberi waktu istirahat pada mata secara berkala. Salah satu cara sederhana adalah dengan mengalihkan pandangan ke objek yang lebih jauh setiap beberapa waktu.

Untuk memastikan diagnosis mata kering, dokter biasanya melakukan pemeriksaan pada permukaan mata menggunakan zat pewarna fluorescein.

Pada mata normal, lapisan air mata biasanya mulai mengering sekitar 15 detik setelah seseorang berkedip. Namun pada penderita mata kering, dalam waktu kurang dari lima detik sudah muncul titik titik kering pada permukaan kornea.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lapisan air mata tidak stabil. Jika dibiarkan, kornea bisa menjadi lebih rentan terhadap iritasi bahkan infeksi.

Pada kondisi yang lebih berat, mata kering juga dapat memengaruhi saraf pada kornea sehingga mata menjadi lebih sensitif. Akibatnya penderita dapat merasakan keluhan yang lebih berat meskipun secara pemeriksaan terlihat relatif normal.

Untuk keluhan ringan, dokter biasanya memberikan obat tetes mata pelumas atau artificial tears guna membantu menjaga kelembapan permukaan mata. Namun jika keluhan terus berulang, penderita disarankan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain menjaga kebiasaan penggunaan gadget, pola makan sehat juga penting untuk mendukung kesehatan mata. Menurut Ahmad Thohir, tidak ada makanan khusus yang secara spesifik ditujukan untuk mengatasi mata kering.

Namun konsumsi sayur dan buah yang cukup serta makanan yang mengandung vitamin A, karoten, lutein, dan retinol dapat membantu menjaga kesehatan mata secara umum.

Ia menegaskan bahwa vitamin yang dijual bebas dapat membantu menjaga kesehatan mata, tetapi bukan pengobatan khusus untuk mata kering. Yang paling penting adalah menjaga pola hidup sehat serta mengurangi faktor faktor yang dapat memicu terjadinya penguapan air mata secara berlebihan.

 


Topik

Kesehatan Kesehatan mata RSI Unisma dry eye disease



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy