Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Terdata 7.300 ODHA, BCS Minta Pemerintah Banyuwangi Lebih Peduli Penanganan Kasus HIV/AIDS

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Nurlayla Ratri

09 - Jun - 2026, 19:18

Placeholder
Noval Widianto, Ketua Banyuwangi Community Support (BCS) Banyuwangi (Foto; Nurhadi Banyuwangi Times)

JATIMTIMES - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) secara akumulatif lebih dari 7.000 dan masuk salah satu daerah dengan temuan yang tinggi  di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk itu salah satu lembaga pendamping ODHA,  Banyuwangi Community Support (BCS) berharap agar pemerintah daerah, baik eksekutif dan legislatif lebih peduli (aware) untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran kasus HIV/AIDS di kabupaten yang ada di ujung timur Pulau Jawa ini.

Baca Juga : Mengapa Media Sering Diadukan? Ini Tiga Pelanggaran Etik Utama yang Terbanyak Ditangani Dewan Pers

Menurut Ketua BCS Banyuwangi Noval Widianto, salah satu upaya  untuk memutus rantai penyebaran HIV /AIDS adalah dengan melakukan pemberdayaan ODHA. Salah satunya dengan mendorong mereka untuk segera berobat menggunakan Antiretroviral (ARV).

Dia menuturkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi sampai saat ini tercatat sekitar 7.300 kasus. Sedangkan untuk penderita yang mendapatkan pengobatan kurang lebih  2.100 orang. Selanjutnya, angka kematian akumulatif juga cukup tinggi lebih dari seribu orang.

"Kenapa angka kematian tinggi! Karena kemungkinan adanya stigma negatif kepada ODHA sehingga penderita cenderung menutup diri. Sehingga penanganannya terlambat dan mereka sudah masuk stadium akhir di mana tubuh sangat rentan terhadap penyakit serius atau Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)," ujar Noval.

Untuk itu, sekali lagi Noval berharap pemerintah Banyuwangi lebih aware terhadap ODHA.

"Kami siap bersinergi dengan eksekutif maupun legislatif untuk bersama-sama menangani ODHA di Banyuwangi," pungkas Noval.

Sebagai informasi, Human Immunodeficiency Virus ( HIV) virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel darah putih (CD4) yang berfungsi melawan infeksi.

Baca Juga : Sepanjang 2025: Ratusan Media Siber Terjerat Kasus Etik, Dewan Pers Minta Media Terapkan Jurnalisme Berkualitas

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat sepenuhnya menyembuhkan HIV/AIDS. Namun, terdapat terapi pengobatan yang disebut ARV (Antiretroviral).

Obat ini berfungsi menekan jumlah virus di dalam tubuh (viral load) hingga tidak terdeteksi, sehingga sistem kekebalan tubuh dapat pulih dan penderita dapat hidup sehat layaknya orang normal.

ODHA kerap menghadapi pengucilan akibat kesalahpahaman masyarakat. Padahal, dukungan moral dan kasih sayang dari lingkungan sekitar justru sangat penting agar mereka tetap semangat menjalani pengobatan.


Topik

Kesehatan banyuwangi kasus hiv aids jumlah odha bcs lembaga pendamping odha



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Nurlayla Ratri

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan