Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

MTsN 2 Kota Malang Bangun Budaya Belajar Humanis lewat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

21 - Jun - 2026, 13:18

Placeholder
MTsN 2 Kota Malang memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta lewat Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Perencanaan dan Pembelajaran. (ist)

JATIMTIMES - Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, capaian akademik kini tidak lagi menjadi satu-satunya indikator keberhasilan sekolah. Perhatian terhadap kesehatan mental peserta didik, penguatan karakter, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman dan menghargai setiap individu menjadi isu yang semakin mendapat sorotan dalam dunia pendidikan.

Perspektif itulah yang mendorong Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta lewat Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Perencanaan dan Pembelajaran yang digelar di aula MTsN 2 Kota Malang, belum lama ini. Bagi madrasah ini, pendidikan tidak hanya bertugas mencetak siswa berprestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak, berempati, dan mampu berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

1

Kepala MTsN 2 Kota Malang Anita Yusianti mengatakan, Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan visi madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang lebih humanis dan inklusif. Menurut dia, setiap peserta didik harus memperoleh ruang yang sama untuk tumbuh dan berkembang.

Baca Juga : FSTeM UB Pasang Target Seluruh Prodi Berstatus Unggul di Tengah Skema Baru Akreditasi LAMSAMA

"Kurikulum Berbasis Cinta mengingatkan kita bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus dihargai dan dikembangkan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa madrasah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, sekolah harus mampu menghadirkan suasana yang membuat peserta didik merasa aman, nyaman, dan dihargai.

"Madrasah harus menjadi tempat yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi peserta didik untuk tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing," lanjut Anita.

Menurut dia, ukuran keberhasilan pendidikan tidak dapat dibatasi pada nilai akademik semata. Pembentukan karakter, akhlak, serta kepribadian peserta didik menjadi bagian yang sama pentingnya dalam proses pendidikan.

Pandangan tersebut sejalan dengan konsep Kurikulum Berbasis Cinta yang menempatkan kasih sayang, empati, penghargaan terhadap potensi peserta didik, dan keteladanan guru sebagai fondasi utama pembelajaran. Dalam pendekatan ini, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, melainkan juga pendamping yang membantu peserta didik berkembang secara utuh.

2

Pengawas Sekolah Ahli Madya Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Mochamad Zaenuri, menjelaskan bahwa proses pembelajaran yang baik harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

"Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan memuliakan setiap murid," katanya.

Menurut Zaenuri, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat diwujudkan melalui berbagai langkah konkret di ruang kelas. Mulai dari komunikasi yang menghargai martabat peserta didik, pembelajaran yang dialogis dan apresiatif, hingga sistem penilaian yang memberi penghargaan terhadap proses belajar.

Baca Juga : Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 Resmi Dibuka Malam Ini di Ploso Kediri

Ia menambahkan bahwa suasana kelas yang aman dan nyaman menjadi syarat penting agar peserta didik dapat berkembang secara optimal.

"Pembelajaran harus mampu memberikan motivasi dan ruang bagi peserta didik untuk berkembang sesuai potensinya," ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tantangan pendidikan saat ini yang menuntut lahirnya generasi tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kecerdasan emosional, serta karakter yang kuat. Karena itu, penguatan budaya belajar yang memuliakan murid menjadi salah satu agenda penting yang terus didorong MTsN 2 Kota Malang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya mengintegrasikan nilai-nilai cinta, kasih sayang, penghargaan, dan keteladanan dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Dengan cara itu, setiap peserta didik diharapkan memperoleh kesempatan berkembang secara optimal tanpa kehilangan aspek kemanusiaan yang menjadi esensi pendidikan.

Sementara itu, kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Perencanaan dan Pembelajaran ini diikuti seluruh tenaga pendidik MTsN 2 Kota Malang serta Wakil Kepala Bidang Kurikulum dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Kota Malang. Hadir sebagai narasumber utama Mochamad Zaenuri, S.Pd., M.Pd. Turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Malang Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd., dan Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Malang Drs. Farid Wajdi Syaifullah, M.Pd., yang memberikan penguatan terhadap implementasi pembelajaran berbasis karakter dan kemanusiaan di lingkungan madrasah.


Topik

Pendidikan MTsN 2 Kota Malang budaya belajar humanis Kurikulum Berbasis Cinta



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan