Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Viral Keluhan Konsumen Soal Keripik Buah Kosong, Diskumperindag Kota Batu Uji Tera Timbangan Toko Oleh-oleh

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

29 - Jun - 2026, 12:39

Placeholder
Proses pengecekan dan tera gramasi produk keripik buah di Kota Batu oleh Diskumperindag.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Keluhan konsumen yang mendapati kemasan keripik buah dalam kondisi kosong alias zonk saat dibuka beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial. Keluhan itu berada dari pembeli keripik yang merasa oleh-oleh yang dibelinya tidak sesuai harapan.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu bergerak cepat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pusat oleh-oleh. Sejumlah ritel yang menjual oleh-oleh di Kota Batu diinspeksi langsung pada produk kemasan, Senin (29/6/2026).

Baca Juga : Aplikasi Review MBG Telan Rp 1,2 Triliun, Tapi Banyak Kejanggalanya? 

Dalam sidak tersebut, petugas menyisir sejumlah toko oleh-oleh berskala besar, salah satunya di kawasan Jalan Pattimura, Kota Batu. Petugas fokus melakukan pengawasan terhadap barang dalam keadaan terbungkus (BDKT) serta menguji ketepatan timbangan berkala.

Pengawas Perdagangan Diskumperindag Kota Batu, Joko Purwanto, mengungkapkan bahwa dari hasil pantauan di beberapa pusat oleh-oleh besar seperti Toko Buah Tangan dan Malang Strudel, gramasi produk yang dikemas mandiri oleh pihak toko terpantau masih aman.

Petugas tidak menemukan adanya pengurangan berat bersih yang merugikan konsumen secara sepihak. Kendati demikian, petugas memberikan catatan khusus mengenai masalah administratif pada kemasan.

"Dari pantauan tadi, didapat hasil bahwa (beratnya) memang masih masuk dalam kategori sesuai. Mungkin ada yang perlu pembetulan untuk pelabelan saja. Masih ada beberapa yang perlu diperbaiki," ujar Joko Purwanto saat ditemui di sela-sela sidak di Jalan Pattimura, Senin siang.

Selain menyasar toko modern, petugas juga mengidentifikasi fenomena paket keripik buah murah sistem "borongan" yang kerap dijajakan di kios-kios pinggir jalan. Paket murah inilah yang disinyalir sering memicu kesalahpahaman dan keluhan dari para wisatawan.

Joko membeberkan, paket keripik borongan yang biasa dijual seharga Rp 40 ribu untuk 9 bungkus memang memiliki gramasi yang sangat kecil. Setiap bungkusnya rata-rata hanya berisi antara 20 hingga 25 gram saja.

"Terkait ada yang protes, memang harganya murah. Rp 40 ribu dapat 9 bungkus dan masing-masing bungkus isinya cuma 20 sampai 25 gram. Dari penjualnya sendiri juga tidak menjamin karena tidak tahu dalamnya, mungkin keripik campuran," jelas Joko.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan produk keripik buah premium yang dikemas secara reguler per biji. Untuk kualitas bagus, satu kemasan standar biasanya memiliki berat bersih 80 gram dan dipatok dengan harga kisaran Rp 25 ribu.

.

Guna memastikan perlindungan konsumen secara total, sub-bagian Kemetrologian Diskumperindag Kota Batu juga menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan alat ukur dan timbangan di meja kasir.

Baca Juga : Diduga Sudah Setor Puluhan Juta, Pedagang Pasar Buah Karangploso Belum Bisa Tempati Kios Baru

Hasilnya, seluruh alat timbang yang digunakan oleh pelaku usaha di pusat oleh-oleh tersebut dinyatakan valid dan telah mengantongi sertifikasi tera sah.

"Kalau untuk penimbangan insyaallah di sini sesuai. Di sana kan ada bukti tera tahun 2025," pungkas Joko sembari menunjukkan segel tera resmi pada alat timbang toko.

Lebih lanjut, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskumperindag Kota Batu Andry Yunanto menegaskan, langkah taktis ini diambil sebagai bentuk manajemen komunikasi publik agar isu viral tersebut tidak sampai mencederai citra pariwisata dan produk UMKM Kota Batu secara keseluruhan. Terlebih saat ini tengah memasuki musim libur panjang yang menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk mendongkrak omzet.

"Kami hadir di lapangan bukan sekadar untuk menghukum, melainkan melakukan pendekatan edukatif dan pembinaan,” paparnya. Menurutnya, penggunaan nitrogen flushing atau angin dalam kemasan memang standar resmi untuk menjaga kripik buah agar tetap renyah dan tidak mudah hancur. Dengan catatan, proporsi yang masuk akal dan tidak memanipulasi konsumen.

Andry menambahkan, pihaknya fokus pada penegakan aturan kuantitas melalui metrologi legal. Jika dalam pengawasan ke depan ditemukan produk keripik yang berat bersihnya (netto) kurang dari yang tertera di label, Diskumperindag tidak segan-segan melayangkan surat teguran.

Ke depan, Diskumperindag juga akan mendorong UMKM beralih ke inovasi window packaging alias kemasan transparan agar volume asli produk terlihat jelas dan membangun transparansi dengan pembeli. "Produsen wajib menarik produk tersebut untuk dikemas ulang sesuai berat yang jujur,” tegas Andry.


Topik

Pemerintahan Keluhan Konsumen Keripik Buah Kosong Diskumperindag Kota Batu Uji Tera Timbangan Toko Oleh-oleh



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Sri Kurnia Mahiruni