Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Es Abadi Papua Diprediksi Lenyap Akhir 2026, BMKG: Kita Mungkin Generasi Terakhir yang Melihatnya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

04 - Jul - 2026, 07:51

Placeholder
Potret lapisan es di Puncak Jaya, Papua, yang terus menyusut dan diperkirakan akan hilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027. (Foto: @infobmkg)

JATIMTIMES - Indonesia berpotensi kehilangan satu-satunya es abadi yang berada di wilayah tropis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan lapisan es di Puncak Jaya, Papua, terus menyusut dan diperkirakan akan hilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027.

Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun Instagram resminya, @infobmkg. Dalam unggahan itu, BMKG menyebut masyarakat Indonesia kemungkinan menjadi generasi terakhir yang masih dapat menyaksikan keberadaan es abadi di Tanah Air.

Baca Juga : Cuaca Jawa Timur 4 Juli 2026: Cerah Berawan Seharian, Bediding Masih Terasa

"Tidak lama lagi, Indonesia mungkin akan kehilangan es abadinya untuk selamanya. Es di Puncak Jaya, Papua terus menyusut dari tahun ke tahun," ungkap BMKG, dikutip Sabtu (4/7/2026) 

"Menurut pakar klimatologi BMKG, es abadi yang telah bertahan ribuan tahun ini diperkirakan bisa hilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027. Sulit dipercaya, tapi mungkin kita adalah generasi terakhir yang masih sempat melihat es abadi di Indonesia," imbuhnya. 

BMKG menjelaskan, kondisi gletser tropis di Puncak Jayawijaya mengalami penyusutan yang sangat drastis dalam beberapa dekade terakhir.

Pada 1988, luas es di kawasan tersebut masih mencapai sekitar 4,3 kilometer persegi. Namun berdasarkan hasil pemantauan hingga September 2025, luasnya tinggal sekitar 0,09 kilometer persegi, atau hanya sekitar 2 persen dibandingkan luas pada 1988. Tak hanya luasnya yang menyusut, ketebalan lapisan es juga terus berkurang dengan cepat.

BMKG mengungkapkan, pada 2010 dipasang tiang pancang sebagai penanda dengan ketebalan es saat itu mencapai sekitar 32 meter. Ketika dilakukan pengamatan kembali pada 2023, ketebalannya tinggal sekitar 4 meter.

"Pemantauan terbaru bahkan melaporkan es di titik tersebut sudah mencair sepenuhnya," jelas BMKG.

Sejak 2016, laju penipisan lapisan es diperkirakan mencapai 2 hingga 2,5 meter per tahun.

Menurut BMKG, penyusutan gletser di Puncak Jaya dipengaruhi kombinasi perubahan iklim global dan fenomena El Nino yang menyebabkan suhu udara semakin hangat serta kondisi cuaca lebih kering di Indonesia.

Akibat kondisi tersebut, banyak peneliti memperkirakan es abadi di Papua kini hanya bertahan dalam hitungan bulan sebelum benar-benar lenyap.

Baca Juga : Update Piala Dunia 2026: Mesir Lolos Dramatis, Ini Daftar 14 Tim Lolos ke 16 Besar

Tak hanya dari sisi ilmiah, Indonesia kehilangnya es abadi, tetapi juga menyangkut aspek budaya dan lingkungan.

Bagi masyarakat adat Papua, Puncak Jaya merupakan simbol budaya sekaligus spiritual. Hilangnya lapisan es berarti turut menghilangkan salah satu bagian dari warisan alam yang telah ada selama ribuan tahun.

Selain itu, gletser pegunungan juga berperan menjaga keseimbangan sumber daya air di kawasan Papua. Jika seluruh es mencair, dampaknya diperkirakan dapat memengaruhi ekosistem, habitat satwa liar, hingga aktivitas pertanian masyarakat sekitar.

BMKG menilai perubahan iklim sering kali hanya dipahami sebagai data ilmiah. Padahal, penyusutan es di Puncak Jaya menjadi bukti dampak perubahan iklim yang kini terjadi di Indonesia.

Karena itu, BMKG mengajak masyarakat ikut berkontribusi memperlambat dampak perubahan iklim melalui langkah sederhana. Seperti menggunakan transportasi umum, menghemat energi dan air, menanam pohon, mendaur ulang sampah, serta memilih produk yang lebih ramah lingkungan.

"Karena, bumi yang lestari adalah rumah kita di masa depan," tutup BMKG.


Topik

Peristiwa es abadi puncak jaya papua bmkg



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa