JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang melalui Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Malang terus mendorong pembinaan atlet muda sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai ajang olahraga, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Kejuaraan Kota (Kejurkot) Wali Kota Open yang menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji hasil latihan sekaligus menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan para pelatih dan tim pembina.
Baca Juga : Erick Thohir Sebut Olahraga Bukan Beban, Tapi Investasi untuk Ekonomi dan Masa Depan Indonesia
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi pelaksanaan pertandingan tersebut. Menurutnya, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena atlet tidak hanya berlatih, tetapi juga harus mendapatkan pengalaman bertanding.
"Saya mengapresiasi pertandingan pada hari ini. Dan ini tentunya menjadi satu ajang untuk membuktikan terkait dengan apa yang sudah dilakukan oleh atlet-atlet yang sudah mulai berlatih. Dan tentunya untuk menguji dari hasil dari latihan tersebut adalah dengan melaksanakan pertandingan pada hari ini," kata Wahyu.
Wahyu mengatakan, ajang tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menjaring talenta-talenta potensial yang nantinya dapat memperkuat kontingen Kota Malang dalam berbagai kejuaraan.
Pemerintah Kota Malang, lanjut dia, berharap pembinaan yang dilakukan mampu mengembalikan prestasi olahraga Kota Malang di tingkat Jawa Timur. Target tersebut menjadi penting agar Bhumi Arema tidak hanya menjadi daerah yang dikenal memiliki banyak atlet, tetapi juga mampu menghasilkan prestasi maksimal.
"Dan ini juga, kami juga ingin menggali terkait dengan atlet-atlet yang bisa nanti membawa nama Kota Malang, terutama nanti di Porprov tahun 2025 besok, agar Bhumi Arema ini betul-betul dapat terjaga dan kita bisa mendapatkan target yang sudah kita tetapkan. Agar nanti memang Kota Malang yang kemarin baru aja mendapatkan perunggu saja, bisa mendapatkan dari perak atau emas," lanjutnya.
Wahyu juga menyebut Kota Malang memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi. Karena itu, keberadaan kompetisi lokal dinilai penting untuk membuka kesempatan bagi atlet-atlet muda agar dapat berkembang sekaligus terpantau oleh para pembina.
"Dan kami berharap memang dengan adanya pertandingan ini kita bisa mendapatkan talenta-talenta muda kayak atlet-atlet yang bisa membawa nama Kota Malang dengan berbagai event yang ada di Jawa Timur maupun di nasional," kata Wahyu.
Sementara itu, Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Malang Heri Mursid menyoroti tantangan pembinaan atlet di tingkat kota dan kabupaten. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah ketika atlet binaan daerah mulai menunjukkan kemampuan dan kemudian dilirik klub-klub besar yang memiliki fasilitas pembinaan lebih lengkap.
"Jadi memang itu dilema buat kita pembinaan lokal di tingkat kota/kabupaten. Memang kita harus akui bahwa untuk klub-klub besar itu mereka sudah ada tempat mondok sekaligus sekolah yang kurikulumnya disesuaikan. Sementara di tingkat kota/kabupaten seluruh Indonesia belum ada yang bisa membuat solusi atas akademis jalan dan apa... ijazah dapat, tapi setiap hari latihannya skill-nya juga meningkat," kata Heri.
Menurut Heri, kondisi tersebut membuat PBSI Kota Malang harus membangun komunikasi dengan klub-klub besar. Salah satu skema yang akan dilakukan adalah memanfaatkan hubungan tersebut ketika Kota Malang membutuhkan atlet untuk memperkuat kontingen dalam ajang Porprov.
Baca Juga : Tingkatkan Mutu Pendidikan, Dispendik Jember Gelar Test CKS
"Sehingga kita kadang-kadang membuat perjanjian dengan klub-klub besar. Pada saat ada yang kita butuh atlet untuk mewakili kota, itu kita bisa pinjamkan, pinjam dari sana untuk kita kirim ke Porprov. Itu yang kita akan lakukan ke situ," ungkap Heri.
Heri menegaskan, langkah tersebut bukan berarti mengesampingkan proses pembinaan yang telah dilakukan di Kota Malang. Sebaliknya, atlet yang sejak awal ditempa dari level dasar tetap diupayakan memiliki ikatan dengan daerah ketika dibutuhkan untuk memperkuat Kota Malang.
"Sehingga atlet-atlet yang kita dari nol kita didik di sini, terus sudah pintar diambil mereka, tetap pada saat kita membutuhkan, kita bisa panggil untuk mewakili kota. Kita akan upayakan ke sana. Kita jalin komunikasi dengan klub-klub besar itu," lanjut Heri.
Untuk persiapan Porprov 2027, Heri menyebut Kejurkot Wali Kota Open menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi. Para juara dan atlet terbaik dari kejuaraan tersebut akan masuk dalam radar pembinaan untuk kemudian dipantau melalui sejumlah kompetisi lainnya.
"Ya, ini salah satu Kejurkot Wali Kota Open ini salah satu persiapan untuk itu. Karena mayoritas yang kita kirim untuk Porprov adalah hasil dari juara di event ini salah satunya," kata Heri.
Proses penjaringan tidak berhenti setelah Kejurkot berakhir. Atlet terbaik akan kembali dipantau dalam sejumlah kejuaraan sebelum dilakukan seleksi dan pemusatan latihan secara lebih intensif menjelang Porprov.
"Tentunya setelah ini kan ada event lagi. Nah, dari berbagai event itu kita pilih terbaik. Kemudian biasanya 6 bulan atau 1 tahun sebelum Porprov, kita seleksi ulang dan kita pusatkan latihan di Puslatkot," tukasnya.
Kejurkot Wali Kota Open sendiri diikuti 539 atlet dari seluruh kategori. Jumlah peserta tersebut menunjukkan besarnya antusiasme sekaligus menjadi modal penting bagi Kota Malang dalam mencari bibit-bibit atlet potensial yang diproyeksikan membawa nama daerah di tingkat Jawa Timur hingga nasional.
