JATIMTIMES – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magetan tengah mematangkan rencana pemasangan stiker bagi keluarga tidak mampu atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Hingga saat ini, pihak Dinsos masih melakukan komunikasi intensif dengan seluruh kepala desa dan lurah di wilayah Kabupaten Magetan guna memastikan program ini berjalan tepat sasaran dan minim kendala sosial.
Baca Juga : Kecelakaan Tunggal, Mobil Pikap Tabrak Median Jalan Ir Soekarno Kota Batu
Kepala Dinas Sosial Magetan,l Parminto Budi Utomo menyatakan bahwa koordinasi ini krusial karena setiap desa dan kelurahan memiliki wilayah otonomi masing-masing. Pihak Dinsos tidak ingin melangkahi kewenangan perangkat desa yang lebih memahami kondisi riil warga di lapangan.
"Pemasangan stiker ini bukan sekadar urusan administratif, Kami akan melakukan koordinasi dan kajian mendalam dengan OPD terkait, kepala desa, dan lurah untuk melihat apakah lebih banyak yang pro atau kontra" Ujarnya
"Bagaimanapun, yang paling memahami kondisi riil masyarakatnya adalah mereka di tingkat desa dan kelurahan. Mereka yang paling tahu siapa yang benar-benar layak menerima bantuan," tambahnya.
Dinsos menyadari bahwa label "keluarga tidak mampu" yang dipasang di depan rumah dapat memicu stigma negatif. Parminto belajar dari kasus di daerah lain, yakni stikerisasi justru menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan.
"Pemasangan stiker ini harus dilakukan dengan sangat berhati-hati. Kami melihat di kota lain, ternyata dampak psikologis dari rumah yang ditempeli stiker itu muncul. Jangan sampai tujuan kita untuk memberikan edukasi publik justru berakibat pada efek sosial lain, seperti anak yang merasa malu atau bahkan menjadi korban bullying di sekolahnya," ungkapnya.
Dinsos sedang mengkaji desain dan narasi pada stiker agar tetap berfungsi sebagai instrumen transparansi bantuan sosial, namun tetap menjaga martabat keluarga tersebut.
Baca Juga : Bupati Malang Tekankan Peningkatan PAD pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027
Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Sosial berkomitmen untuk mencari jalan tengah terbaik. Tujuannya adalah agar bantuan sosial tetap transparan dan tepat sasaran , mencegah warga mampu mengaku miskin, namun tanpa mengorbankan kondisi psikologis anak-anak.
Rencana ini akan terus dikaji hingga ditemukan mekanisme teknis yang paling humanis sebelum benar-benar diimplementasikan secara serentak di seluruh wilayah Magetan.
