Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Jatim hingga Akhir Januari, Berikut Daftar Wilayah yang Rawan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

20 - Jan - 2026, 20:20

Placeholder
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: shutterstock)

JATIMTIMES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur pada periode 21 hingga 30 Januari 2026.

Kondisi ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Baca Juga : Daftar Tanggal Merah Februari 2026, Ada Long Weekend Imlek

BMKG Juanda mencatat, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan cukup luas dan mencakup daerah tapal kuda, Madura, pesisir utara, hingga wilayah selatan Jawa Timur.

Sejumlah daerah yang masuk dalam kategori rawan antara lain Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Situbondo, Lumajang, Malang, Pasuruan, Probolinggo, hingga Kota Batu dan Kota Malang.

Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga mengintai wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan, Ngawi, Madiun, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, serta Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Blitar, Kota Probolinggo, dan Kota Madiun.

BMKG menyebut, saat ini seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan. Bahkan, beberapa daerah diperkirakan sudah berada di fase puncak musim hujan. Dalam 10 hari ke depan, intensitas cuaca ekstrem diprediksi meningkat dan berpotensi berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

“Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” demikian keterangan BMKG Juanda, Selasa (20/1/2026).

BMKG menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer global dan regional. Salah satunya adalah aktifnya monsun Asia yang memicu peningkatan suplai massa udara basah ke wilayah Jawa Timur.

Selain itu, terdapat pola pertemuan angin atau konvergensi, gangguan atmosfer Equatorial Rossby, serta potensi melintasnya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Jawa Timur. Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan.

Baca Juga : Indomaret hingga Pemprov Buka Mudik Gratis 2026, Catat Jadwal dan Syaratnya

“Kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang,” tulis BMKG dalam peringatannya.

BMKG Juanda juga mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak. Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi dalam 10 hari ke depan di berbagai wilayah Jawa Timur.

Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau memiliki tebing juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang.

BMKG juga mengajak masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI yang tersedia di laman resmi Stasiun Meteorologi Juanda, serta memperhatikan informasi peringatan dini harian dan peringatan cuaca jangka pendek 2–3 jam ke depan yang terus diperbarui.


Topik

Peristiwa Prakiraan Cuaca cuaca ekstrem jawa timur hujan petir



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa