Pasar Murah di Kecamatan Kedungkandang Ricuh, Pagar Roboh dan Warga Rebutan Paket Sembako

10 - Mar - 2026, 02:00

Warga saat berebut untuk mendapatkan paket sembako di Kecamatan Kedungkandang (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Pasar Murah di Kecamatan Kedungkandang pada Selasa (10/3/2026) diserbu ribuan warga. Namun, adanya pasar murah justru membuat situasi tak terkendali hingga menyebabkan chaos. Warga datang ke pasar murah karena ingin mendapatkan paket sembako dengan harga terjangkau. 

Mulanya, adanya Pasar Murah ini membuat antusias warga begitu tinggi menyambutnya. Namun, paket yang disediakan justru tidak mencukupi dengan warga yang hadir di halaman Kecamatan Kedungkandang. 

Baca Juga : SMAN 2 Kota Malang Gelar SMANDA Religi, Siswa Belajar Spiritualitas dan Toleransi

Kabid Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari mengatakan bahwa Pasar Murah ini digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok jelang lebaran 2026.

“Paketnya kurang lebih 1300 paket. Harga sebenarnya Rp 150 ribu, kemudian ada subsidi, sehingga masyarakat hanya menebus Rp 50 ribu. Untuk momen jelang lebaran ini kami adakan di 5 kecamatan dan semua tempat paketnya sama, 1300 paket,” kata Eka. 

Kenyataan di lapangan, membludaknya warga di Kecamatan Kedungkandang membuat pagar kecamatan roboh. Hal itu membuat sejumlah warga yang didominasi perempuan ini saling berdesakan untuk mendapatkan paket sembako. 

Alhasil, ada warga yang terjatuh pada kerumunan tersebut. Namun, warga yang tidak kebagian justru meluapkan kemarahannya kepada pihak kecamatan yang dinilai membohongi warga. 

“Mana ini Camatnya, katanya buat seluruh warga Kedungkandang, kami datang kesini malah gak dapat apa-apa, pembohong,” teriak salah satu warga yang meluapkan emosinya karena tidak mendapatkan paket sembako. 

Baca Juga : Peringati Nuzulul Quran, PDIP Surabaya Bagi Ribuan Bingkisan untuk Duafa dan Anak Yatim

Sementara itu, Cucun (39), warga Baran, Kecamatan Kedungkandang yang mengantri namun tidak kebagian paket sembako mengaku kecewa. Ia rela mengantri dibawah terik matahari meski berpuasa untuk mendapatkan sembako dengan harga terjangkau. 

“Katanya satu kecamatan (bisa dapat) tapi nyatanya membludak satu kecamatan, akhirnya tidak dapat apa-apa, mana tanggung jawabnya kepada warga,” keluh Cucun dengan nada kesal. 

Sebagai informasi, Diskopindag Kota Malang menggelar Pasar Murah di lima kecamatan. Paket sembako yang disediakan berisi 1 kilogram beras, 2 liter minyak goreng dan 1 kilogram beras. Warga hanya menebus dengan harga Rp 50 ribu.