JATIMTIMES - Adanya kabar stok BBM di Indonesia yang hanya cukup 23 hari, menyebabkan masyarakat mengalami panic buying, dan ramai ramai menyerbu sejumlah SPBU, sehingga terjadi antren panjang, termasuk di Kabupaten Jember.
Di sejumlah SPBU di Jember, Kamis (5/3/2026) malam, terpantau ada antrenn cukup panjang, hingga mencapai 100 meter dan memenuhi badan jalan. Hal ini juga memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan, seperti di SPBU Sabtuan Tegal Besar, SPBU Teuku Umar Tegal Besar, SPBU jalan Gajah Mada, dan beberapa SPBU lainnya.
Baca Juga : Masa Mudik Lebaran Sudah Dekat, DPRD Jatim Desak Penanganan Jembatan Sentong Dikebut
Menyikapi hal ini, pemerintah Kabupaten Jember bersama Hiswana Migas dan juga pihak Pertamina, langsung menggelar rapat secara zoom meeting dan dipimpin langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait SE. MSc., sebagai bentuk antisipasi dan mencegah segala kemungkinan yang terjadi di masyarakat.
"Kami baru tiba di Surabaya, langsung mendapat kabar kalau saat ini terjadi panic buying masyarakat, atas adanya kabar BBM mengalami kelangkaan, oleh karenanya kami malam ini juga langsung menggelar rapat bersama pihak Pertamina, dalam hal ini SBM Pertamina Jember dan juga Hiswana Migas," ujar Gus Fawait panggilan Bupati Jember.
Dalam Rapat tersebut, Bupati menyampaikan, agar masyarakat tidak perlu panik akan kelangkaan BBM di Jember, karena stok BBM untuk Jember, sangat cukup dan sesuai kebutuhan.
"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi kabar kelangkaan BBM, karena kebutuhan BBM di Jember saat ini, cukup sesuai standar kebutuhan," ujar Bupati.
Dalam rapat cepat terbatas yang diikuti oleh Pj. Sekda, Kadiskominfo, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan, SBM Pertamina dan juga Hiswana Migas ini, Bupati akan menambah stok BBM untuk mengatasi permasalahan ini.
"Kami minta kepada SPBU agar menyalurkan BBM secara normal dan kepada masyarakat untuk tidak melakukan borong besar besaran, kami juga koordinasi dengan jajaran aparat kepolisian, untuk melakukan pengawasan ketat untuk mengatasi ini," tegasnya.
Andi Reza selaku Sub Branch Manager (SBM) Pertamina Jember, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, bahwa stok BBM di Jember cukup aman dan melimpah.
"Sejauh ini tidak ada kendala masalah suplai, stok melimpah ada 580 ton, jika dibutuhkan penambahan penyaluran, Pertamina akan melakukan penambahan besok pagi, sehingga ketahanan stock tetap terjaga," pungkasnya Andi Reza.
Sementara Iqbal Wildan Wardana selaku ketua Hiswana Migas Besuki Raya, juga sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Jember, pihaknya akan melakukan pengawasan kepada SPBU SPBU, dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli BBM secara berlebihan.
"Kami pastikan stok BBM tetap aman dan kepada masyarakat, agar tetap membeli sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan," pungkasnya. (*)
