Wali Kota Malang Cek Pos Pam dan Masjid, Pastikan Kota Aman dan Kondusif Sambut Lebaran
Reporter
Irsya Richa
Editor
A Yahya
19 - Mar - 2026, 09:44
JATIMTIMES - Jelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026 berjalan optimal. Peninjauan dilakukan dengan menyasar sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, hingga masjid-masjid besar yang menjadi pusat aktivitas ibadah masyarakat.
Peninjauan langsung dilakukan oleh Wali Kota Malang; Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Malang; Ali Muthohirin, Ketua DPRD Kota Malang; Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Kapolresta Malang Kota; Kombes Pol Putu Kholis Aryana serta Dandim 0833/Kota Malang; Letkol Inf Dedy Azis.
Baca Juga : THR Anak Cepat Habis? Ini Cara Mengatur Angpau Lebaran Anak Menurut Psikolog dan Perencana Keuangan
Peninjauan dimulai dari Balai Kota Malang. Kemudian bergerak ke beberapa titik strategis seperti Pos Pelayanan di Jalan Trunojoyo, kawasan Stasiun Kota Baru, Pos Pantau Alun-Alun Merdeka, hingga sejumlah masjid besar yang diperkirakan akan dipadati jamaah.
Kegiatan ini tidak sekadar pengecekan rutin, tetapi juga menjadi wujud komitmen kuat lintas sektor dalam menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat beribadah maupun selama arus mudik dan balik Lebaran.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa sinergi yang telah terbangun antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat harus terus dijaga demi menciptakan suasana kota yang kondusif. Sehingga dengan pengecekan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan seluruh elemen siap menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya memastikan kesiapan teknis, tetapi juga memperkuat kebersamaan kita dalam menjaga Kota Malang tetap aman dan harmonis. Peran tokoh agama dan masyarakat sangat penting dalam menjaga toleransi,” kata Wahyu.
Ia menambahkan, peran tokoh agama dan masyarakat selama ini sangat penting dalam menjaga harmoni sosial di Kota Malang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat toleransi dan persatuan.
“Kami sangat mengapresiasi peran tokoh agama dan masyarakat yang selama ini ikut menjaga suasana tetap damai. Mari kita jaga bersama kebersamaan ini, terutama di momentum Idul Fitri,” tambahnya.
Selain keamanan, Wahyu menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan masjid. Menurutnya, meningkatnya jumlah jamaah harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas yang memadai.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas masyarakat. Kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan lingkungan harus benar-benar diperhatikan,” tegas Wahyu.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan bahwa kesiapan personel dan sarana prasarana harus diiringi dengan pendekatan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh personel siap memberikan pelayanan terbaik. Tidak hanya sigap, tetapi juga mengedepankan sikap humanis dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Ia juga membeberkan sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi selama periode Lebaran. Di antaranya adalah pencurian rumah kosong yang ditinggal mudik, kepadatan arus lalu lintas di titik-titik tertentu, hingga potensi konflik sosial akibat kesalahpahaman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah. Pastikan keamanan rumah, serta jalin komunikasi dengan tetangga maupun aparat setempat,” imbaunya.
Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing, serta membangun komunikasi yang baik dengan petugas di lapangan.
“Momentum Idul Fitri ini harus menjadi ajang mempererat persaudaraan. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” terang mantan Kapolres Malang ini.
