Hemat BBM Disuarakan di Tengah Gejolak Global, Wali Kota Malang Pastikan Stok Aman
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Dede Nana
27 - Mar - 2026, 07:14
JATIMTIMES - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mulai menyuarakan pentingnya penghematan bahan bakar minyak (BBM). Meskipun tidak secara langsung mengatakan bahwa hal tersebut berkaitan dengan konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah, namun menurutnta tak ada salahnya untuk mulai berhemat.
Seperti yang diketahui, konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat bersama Israel dan Iran, disebut telah memicu pasokan minyak dunia. Bahkan masyarakat di beberapa negara dikabarkan mulai panic buying.
Baca Juga : Bike to Work Jadi Kebijakan Baru Pemkot Malang, Pengamat Dorong Berlaku Setiap Hari Agar Hemat BBM
Hal tersebut lantaran konflik yang terjadi telah berdampak, mulai dari terganggunya distribusi hingga kenaikan harga energi. Kondisi ini pun menjadi perhatian pemerintah pusat.
Wahyu menegaskan bahwa arahan penghematan BBM bukan karena kondisi darurat di dalam negeri. melainkan bentuk kewaspadaan dini agar dampak global tidak merembet secara signifikan ke masyarakat.
“Untuk mengantisipasi sebelum nanti terjadi, kita lebih baik sadar lebih dulu untuk menghemat energi,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global. Namun, sejauh ini dampaknya belum dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Malang.

“Ini hanya mengantisipasi saja. Saya yakin tidak akan ada permasalahan yang sangat berdampak kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia pun meminta agar masyarakat dapat lebih bijak dan tidak mengambil sikap gegabah, bahkan hingga panic buying. Ia memastikan bahwa kondisi stok BBM di Kota Malang masih dalam kategori aman.
“Tidak perlu khawatir. Kalau dari BBM kita sebetulnya aman. Stok kita aman,” imbuhnya.
Baca Juga : Tak Sekadar Imbauan, Wali Kota Malang Dinas Pakai Sepeda
Sebagai bagian dari upaya efisiensi energi, Pemerintah Kota Malang juga mulai mendorong langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan, salah satunya melalui gerakan bersepeda bagi aparatur sipil negara (ASN), khususnya pada hari tertentu.
“Ini kan efisiensi untuk kesehatan juga. ASN Kota Malang yang senang bersepeda, kita bersamai,” jelas Wahyu.
Sementara itu, terkait wacana kebijakan work from home (WFH) setiap hari Rabu yang direncanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai April mendatang, Wahyu menyebut pihaknya masih menunggu aturan lebih lanjut dari pemerintah pusat maupun provinsi.
“Kita tunggu saja aturannya nanti. Kemarin memang disampaikan seperti itu, tapi masih berupa himbauan,” pungkasnya.
