Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Lingkungan

Panas Terik di Jawa Timur Bikin Gerah, BMKG Ungkap Penyebab dan Dampak Pancaroba

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

15 - Mar - 2026, 15:59

Placeholder
Ilustrasi panas terik. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di berbagai wilayah Jawa Timur merasakan suhu udara yang terasa jauh lebih panas dari biasanya. Teriknya matahari sejak pagi hingga siang hari membuat banyak warga mengeluhkan cuaca yang menyengat, bahkan terasa seperti “mendidih”, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Kondisi panas ekstrem ini pun menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai penyebabnya. Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan masa peralihan musim atau pancaroba yang tengah berlangsung di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai masa pancaroba yang diperkirakan terjadi pada periode Maret hingga April 2026. Masa ini merupakan peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau yang biasanya ditandai dengan perubahan kondisi cuaca yang cepat dan tidak menentu.

Berdasarkan pembaruan informasi cuaca yang disampaikan melalui akun Instagram @infobmkgjuanda, pola angin di wilayah Jawa Timur mulai berubah mengikuti monsun Australia. Perubahan pola angin ini menyebabkan cuaca pada pagi hingga siang hari cenderung cerah dengan suhu udara yang terasa sangat panas.

Namun kondisi tersebut tidak berlangsung sepanjang hari. Pada sore hingga malam hari, pembentukan awan bisa terjadi secara cepat yang berpotensi memicu hujan lebat, bahkan disertai angin kencang dan petir.

BMKG menyebut fenomena ini sering dikenal dengan istilah “siang menyengat, sore gawat.” Artinya, cuaca panas terik pada siang hari dapat berubah drastis menjadi hujan deras hanya dalam waktu singkat.

Selain itu, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih lama akibat pengaruh fenomena El Niño, yang dapat mengurangi intensitas curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Potensi Cuaca Ekstrem saat Pancaroba

BMKG mencatat beberapa fenomena cuaca ekstrem yang kerap terjadi selama masa pancaroba, di antaranya:

1. Hujan lebat berdurasi singkat

Hujan deras yang turun dalam waktu singkat dapat menyebabkan genangan air di jalan raya maupun di kawasan permukiman.

2. Angin kencang hingga puting beliung

Angin kencang dapat muncul secara tiba-tiba dan berpotensi merusak bangunan ringan atau semi permanen.

3. Petir saat hujan mendadak

Petir sering muncul bersamaan dengan hujan yang turun secara tiba-tiba. Masyarakat diimbau menghindari tempat terbuka atau berteduh di bawah pohon saat kondisi ini terjadi.

4. Potensi hujan es

Baca Juga : Liburan ke Timur Tengah Batal? Ini 6 Destinasi Alternatif yang Tak Kalah Menarik

Fenomena hujan es juga cukup sering terjadi saat masa transisi musim, terutama ketika pertumbuhan awan berlangsung sangat cepat.

Dampak Pancaroba terhadap Kesehatan

Selain memicu cuaca ekstrem, perubahan suhu yang cukup drastis selama pancaroba juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Daya tahan tubuh bisa menurun sehingga meningkatkan risiko sejumlah penyakit.

Beberapa di antaranya seperti Demam Berdarah Dengue akibat berkembangnya nyamuk di genangan air, flu dan batuk karena perubahan suhu serta meningkatnya debu di udara, hingga dehidrasi akibat suhu udara yang sangat panas pada siang hari.

Tips Menghadapi Cuaca Pancaroba

Untuk mengurangi dampak dari perubahan cuaca ekstrem tersebut, BMKG memberikan beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat:

• Memeriksa kondisi rumah, terutama atap dan pohon di sekitar rumah. Pangkas dahan yang terlalu rimbun agar tidak mudah patah saat angin kencang.

• Membersihkan saluran air, memastikan got atau drainase tidak tersumbat sampah agar tidak terjadi genangan saat hujan deras.

• Menyiapkan payung atau jas hujan, karena cuaca cerah di pagi hari bisa berubah menjadi hujan pada sore hari.

• Menampung air hujan, sebagai cadangan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG maupun akun resmi @infobmkgjuanda.

Dengan memahami karakteristik pancaroba dan melakukan langkah antisipasi sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem selama masa peralihan musim ini.


Topik

Lingkungan bmkg jawa timur cuaca ekstrem pancaroba panas terik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri