Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

WFH Rabu Tuai Kritik, Yordan DPRD Jatim Sebut Ritme Kerja ASN Terputus

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : A Yahya

27 - Mar - 2026, 10:36

Placeholder
Anggota Komisi A DPRD Jatim Yordan M. Batara-Goa.

JATIMTIMES — Kebijakan work from home (WFH) setiap Rabu bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menuai kritik dari DPRD Jatim. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengganggu ritme kerja birokrasi dan berdampak pada pelayanan publik.

Anggota Komisi A DPRD Jatim Yordan M. Batara-Goa menilai penerapan WFH di pertengahan pekan justru memecah pola kerja ASN yang selama ini berjalan berurutan. “Ritme kerja jadi terputus. Senin–Selasa kerja normal, Rabu WFH, lalu Kamis mulai lagi. Koordinasi bisa tertunda, bahkan harus diulang,” ujar legislator asal Dapil Jatim I Surabaya itu, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga : Pendaftaran UTBK SNBT 2026 Dibuka, Ini Cara Cek NPSN dan Buat Akun SNPMB dengan Mudah

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada internal birokrasi, tetapi juga berpotensi menghambat koordinasi lintas instansi, termasuk dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota.

Yordan juga menyoroti dasar kebijakan yang dikaitkan dengan efisiensi bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai kebijakan tersebut belum didukung kajian komprehensif, khususnya terkait pola mobilitas. “Kalau tujuannya efisiensi BBM, harus melihat puncak mobilitas. Itu terjadi di awal atau akhir pekan kerja, seperti Senin atau Jumat, bukan di tengah minggu,” tegasnya.

Ia turut mengkritik alasan penghindaran long weekend sebagai dasar kebijakan. Menurutnya, pengawasan ASN tetap dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, seperti sistem pelaporan berbasis geotagging. “Kalau alasannya menghindari libur panjang, berarti fokusnya bukan lagi efisiensi. Ini menunjukkan kebijakan belum sepenuhnya berbasis tujuan yang jelas,” kata legislator Fraksi PDIP itu.

Selain itu, ia mengingatkan adanya dampak ekonomi yang perlu diperhitungkan, terutama bagi sektor transportasi dan pelaku UMKM di sekitar kawasan perkantoran yang bergantung pada aktivitas ASN.

Baca Juga : Fenomena Astronomi April 2026: Pink Moon hingga Hujan Meteor Lyrids, Ini Waktu Terbaik Mengamatinya

Karena itu, DPRD Jatim mendesak Pemprov Jawa Timur segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan WFH tersebut dengan berbasis data mobilitas dan konsumsi energi, serta diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat. “Kita tidak menolak WFH, tapi jangan sampai kebijakan yang niatnya baik justru tidak efektif atau bahkan kontraproduktif. Harus ada kajian kuat dan sinkron dengan pusat,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan dprd jatim work from home wfh yordan m batara goa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan