Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Wabah Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar, Apa dan Seberapa Berbahaya Virus Ini?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

05 - May - 2026, 11:08

Placeholder
Ilustrasi wabah penyakit. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Baru-baru ini ramai kabar merebaknya kasus dugaan wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan tiga orang meninggal dunia dalam insiden yang terjadi di kapal MV Hondius saat berlayar di Samudra Atlantik.

Selain korban meninggal, satu kasus telah terkonfirmasi positif, sementara lima lainnya masih dalam tahap penyelidikan. Hingga kini, otoritas kesehatan global masih melakukan penelusuran lebih lanjut.

Baca Juga : UEA Diserang Drone di Fujairah, Iran Bantah Terlibat dan Tuduh Amerika Serikat Jadi Pemicu Eskalasi

WHO menyatakan bahwa “penyelidikan terperinci” masih berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kasus tersebut.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan dari hewan pengerat ke manusia. Penularannya umumnya terjadi melalui partikel udara yang terkontaminasi kotoran, urin, atau air liur hewan pengerat yang sudah mengering.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, virus ini dapat masuk ke tubuh manusia saat partikel tersebut terhirup. Dalam kasus yang lebih jarang, penularan juga bisa terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan pengerat.

Infeksi hantavirus dapat memicu dua jenis penyakit. Pertama adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang biasanya diawali dengan gejala seperti demam, kelelahan, dan nyeri otot. Kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat.

Jika sudah memasuki fase pernapasan, tingkat kematian penyakit ini cukup tinggi, mencapai sekitar 38 persen.

Penyakit kedua adalah Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Jenis ini lebih banyak menyerang ginjal dan dapat menyebabkan tekanan darah rendah, perdarahan internal, hingga gagal ginjal akut.

Secara global, kasus hantavirus memang tergolong jarang, namun tetap menjadi perhatian serius.

Berdasarkan laporan National Institutes of Health, terdapat sekitar 150.000 kasus HFRS setiap tahun, terutama di wilayah Eropa dan Asia. Lebih dari separuh kasus dilaporkan terjadi di China.

Sementara di Amerika Serikat, sejak pemantauan dimulai pada 1993 hingga 2023, tercatat sekitar 890 kasus hantavirus.

Baca Juga : Beasiswa Calon Pelaut 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Salah satu varian yang dikenal saat ini adalah virus Seoul, yang dibawa oleh tikus Norwegia dan ditemukan di berbagai negara di dunia.

Hingga kini, belum tersedia pengobatan spesifik untuk hantavirus. Penanganan yang dilakukan umumnya berfokus pada meredakan gejala.

CDC menyebut pasien bisa membutuhkan terapi oksigen, ventilator, obat antivirus, hingga dialisis dalam kondisi tertentu. Pada kasus berat, pasien harus dirawat di unit perawatan intensif.

Cara Pencegahan

Langkah yang bisa dilakukan untuk pencegahan adalah menghindari kontak dengan hewan pengerat. Beberapa upaya yang disarankan antara lain menutup celah masuk tikus di rumah, menjaga kebersihan lingkungan, serta menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi kotoran hewan.

Kasus hantavirus juga pernah mencuat sebelumnya. Pada Februari 2025, Betsy Arakawa, istri aktor Gene Hackman, dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi yang diduga berkaitan dengan hantavirus.

Penyelidikan medis menyebut ia terinfeksi HPS, salah satu varian yang umum ditemukan di Amerika Serikat. Di rumah korban ditemukan sarang serta bangkai hewan pengerat.


Topik

Peristiwa Hantavirus hantavirus mematikan who



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa