Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Lewat Erasmus International Credit Mobility 2026, Mahasiswa S2 Kimia UB Kembangkan Metode Deteksi Merkuri di Charles University 

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

06 - May - 2026, 15:32

Placeholder
Mahasiswa Program Magister Kimia, Departemen Kimia, FMIPA UB, Tahir Bakhsh, mahasiswa asing asal Pakistan, tengah melaksanakan kegiatan research visit di Department of Analytical Chemistry, Faculty of Pharmacy, Charles University, Prague, Czech Republic (ist)

JATIMTIMES - Mahasiswa asing asal Pakistan yang menempuh studi Magister Kimia di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UB (FMIPA Universitas Brawijaya (UB), Tahir Bakhsh, memperkuat kapasitas risetnya di tingkat internasional melalui partisipasi dalam program Erasmus International Credit Mobility 2026. Ia menjalani research visit di Charles University, Prague, Republik Ceko, dengan membawa fokus penelitian pada pengembangan metode deteksi merkuri sebagai respons atas meningkatnya ancaman pencemaran air.

Program Erasmus International Credit Mobility merupakan skema mobilitas akademik lintas negara yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dan riset di perguruan tinggi mitra dengan pengakuan kredit akademik. Melalui program ini, Tahir melaksanakan riset di Department of Analytical Chemistry, Faculty of Pharmacy, Charles University, dalam rentang waktu 2 Maret hingga 29 Mei 2026.

1

Selama menjalani kegiatan tersebut, Tahir mendapatkan pembimbingan langsung dari Prof. Petr Solich dan Dr. Burkhard Horstkotte sebagai supervisor dari institusi mitra. Dari Indonesia, proses akademiknya tetap berada di bawah arahan Prof. Hermin Sulistyarti, Ph.D., dari Departemen Kimia FMIPA UB. Pola supervisi kolaboratif ini menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga kualitas riset sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.

Baca Juga : Harga Avtur Naik per Mei 2026, Tiket Pesawat Berpotensi Ikut Melambung

Dalam kegiatan risetnya, Tahir mendalami flow-based analytical techniques atau teknik analisis berbasis aliran, sebuah pendekatan modern dalam kimia analitik yang mengutamakan efisiensi dan presisi tinggi. Ia secara khusus mempelajari metode Lab-in-Syringe yang disingkat LIS, yaitu sistem analisis kimia otomatis yang mengintegrasikan seluruh tahapan, mulai dari preparasi sampel hingga analisis, dalam satu perangkat berbasis syringe. Sistem ini dioperasikan menggunakan instrumen FIAlab yang mampu meningkatkan kecepatan analisis sekaligus mengurangi konsumsi bahan kimia, sehingga lebih ramah lingkungan.

Fokus utama riset Tahir adalah pengembangan metode Automated Dispersive Liquid-liquid Microextraction (DLLME). Teknik ini merupakan metode mikroekstraksi cair berbasis dispersi yang dilakukan secara otomatis untuk meningkatkan efisiensi pemisahan analit dari matriks sampel. Dalam implementasinya, metode ini digunakan untuk mendeteksi kandungan merkuri dalam sampel air lingkungan, termasuk air yang terpapar limbah dari aktivitas industri dan pertambangan.

Topik tersebut menjadi sangat relevan ditengah meningkatnya perhatian global terhadap pencemaran logam berat. Merkuri dikenal sebagai salah satu kontaminan berbahaya yang dapat terakumulasi dalam rantai makanan dan berdampak serius terhadap kesehatan manusia, seperti gangguan sistem saraf, serta merusak keseimbangan ekosistem perairan. Oleh karena itu, pengembangan metode deteksi yang sensitif, cepat, dan andal menjadi kebutuhan mendesak dalam sistem pemantauan kualitas air.

“Program ini memberi saya akses langsung ke teknologi analisis terbaru. Saya mengembangkan metode deteksi merkuri yang lebih efisien.” ujar Tahir Bakhsh. 

Ia menambahkan bahwa pengalaman berada di lingkungan riset internasional memberinya perspektif baru dalam mengembangkan pendekatan analisis yang lebih inovatif dan aplikatif. Selain itu, interaksi dengan peneliti dari berbagai negara juga memperkaya wawasan akademik serta membuka peluang kolaborasi di masa depan.

Dari sisi institusi, Prof. Hermin Sulistyarti, Ph.D. menilai bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas riset dan daya saing global. Menurutnya, integrasi antara pengalaman internasional dan topik penelitian yang relevan menjadi faktor penting dalam mencetak lulusan berkualitas.

Baca Juga : Siswi SMA di Jombang Disetubuhi Duda Kini Hamil 5 Bulan

“Ini kesempatan besar untuk meningkatkan kompetensi riset mahasiswa. Topiknya sangat penting bagi pemantauan lingkungan," kata Prof. Hermin Sulistyarti.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Departemen Kimia FMIPA UB dalam memperluas jejaring akademik global serta mendorong kolaborasi riset berkelanjutan dengan institusi internasional. Diharapkan, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada program mobilitas, tetapi juga berlanjut dalam bentuk publikasi ilmiah bersama, pertukaran akademisi, hingga pengembangan proyek riset lintas negara.

Selain memberikan dampak pada pengembangan individu mahasiswa, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals. Kontribusi tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan melalui pengalaman akademik internasional, penguatan upaya penyediaan air bersih melalui pengembangan metode analisis kualitas air, penerapan praktik laboratorium yang lebih efisien dan minim limbah kimia, serta penguatan kemitraan global antar perguruan tinggi.

Bagi Departemen Kimia FMIPA UB, program mobilitas internasional seperti Erasmus International Credit Mobility menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan global. Mahasiswa didorong tidak hanya untuk menguasai teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi berbasis riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui keikutsertaan Tahir Bakhsh dalam Erasmus International Credit Mobility 2026, UB kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi, memperkuat kualitas riset berstandar global, serta menghadirkan kontribusi konkret ilmu kimia dalam menjawab tantangan lingkungan, khususnya terkait pencemaran air dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.


Topik

Pendidikan Ub Tahir bakhsh erasmus penelitian mahasiswa ub



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan