Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Rupiah Terpuruk di Angka 17.728 per USD, Media Asing Soroti Kebijakan Prabowo dan Kondisi Ekonomi Indonesia

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

19 - May - 2026, 12:40

Placeholder
Ilustrasi pecahan uang rupiah dan dollar. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terendah baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah media asing ikut menyoroti kondisi ekonomi Indonesia serta kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Media internasional Reuters menyoroti melemahnya rupiah dengan menerbitkan berita berjudul "Indonesia rupiah hits new record low despite currency intervention, president downplays fall" pada Senin (18/5/2026). 

Baca Juga : Viral Pernyataan Prabowo soal Tangan Petani Kasar, Warganet: Kok Disebut Risiko?

Diketahui, rupiah menyentuh level Rp17.728 per dolar AS pada perdagangan per-Selasa (19/5/2026). 

Dalam laporannya, Reuters menyebut pelemahan rupiah terjadi meski Bank Indonesia telah melakukan intervensi di pasar valuta asing.

Tekanan terhadap rupiah menurut laporan Reuters datang dari berbagai faktor global, mulai dari lonjakan harga minyak dunia hingga meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Bahkan sebelum konflik Iran memanas, tekanan terhadap rupiah dan pasar saham Indonesia disebut sudah muncul akibat kekhawatiran investor terkait transparansi pasar, independensi bank sentral, hingga rencana belanja besar pemerintah.

“Rupiah turun hingga 1,2 persen ke rekor terendah Rp17.670 per dolar AS sebelum memangkas sebagian kerugiannya,” tulis Reuters.

Dalam laporan itu, Reuters juga menyoroti anjloknya indeks saham gabungan (IHSG) sekitar 2 persen setelah libur panjang akhir pekan. Kondisi tersebut disebut dipicu keputusan penyedia indeks global MSCI yang menghapus lebih dari selusin perusahaan dari indeks Indonesia mereka.

Reuters turut mengutip pernyataan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang menyebut BI telah meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah.

“Kami telah meningkatkan dosis intervensi mata uang kami demi rupiah,” ujar Perry Warjiyo dalam rapat parlemen seperti dikutip Reuters.

Ia menegaskan kondisi saat ini bukan situasi biasa sehingga BI akan mengambil langkah tambahan jika diperlukan. “Ini bukan bisnis seperti biasa. Kami mengerahkan seluruh upaya,” katanya.

Reuters juga menulis cadangan devisa Indonesia telah turun sekitar 10 miliar dolar AS sepanjang tahun ini. Namun Perry memastikan posisi cadangan devisa masih memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Meski rupiah melemah, Perry menilai secara rata-rata tahunan nilai tukar masih berada dalam proyeksi BI, yakni di kisaran Rp16.200 hingga Rp16.800 per dolar AS. Ia juga memperkirakan tekanan terhadap rupiah mulai mereda pada Juli hingga Agustus 2026 saat kebutuhan dolar AS untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, dan biaya haji mulai turun.

Dalam laporan Reuters, pernyataan Prabowo saat kunjungan ke Jawa Timur akhir pekan lalu juga turut memicu pelemahan rupiah. Saat menghadiri peluncuran program koperasi desa, Prabowo mengatakan masyarakat desa tidak terlalu terdampak pelemahan rupiah karena tidak bertransaksi menggunakan dolar AS.

"Berapa pun ribuan rupiah terhadap dolar, masyarakat desa tidak menggunakan dolar juga," kata Prabowo.

Ia juga meminta masyarakat tetap percaya terhadap kekuatan ekonomi Indonesia. "Percayalah ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Apa pun yang dikatakan orang, Indonesia kuat," lanjutnya.

Baca Juga : Harum Melati di Ujung Jari, Saat Kuntum Putih Menjadi Penopang Keluarga di Talkandang Situbondo

Dalam pidato lainnya, Prabowo menjelaakan Indonesia masih memiliki ketahanan pangan dan energi yang cukup di tengah situasi global yang tidak menentu. "Banyak negara panik, tapi Indonesia masih baik-baik saja," ujar Prabowo dalam laporan Reuters. 

Sorotan terhadap kondisi ekonomi Indonesia juga datang dari majalah asal Inggris. Dalam artikel berjudul Indonesia’s president is jeopardising the economy and democracy yang terbit 14 Mei 2026, media tersebut mengkritik sejumlah kebijakan ekonomi dan politik pemerintahan Prabowo.

The Economist menilai arah pemerintahan Prabowo memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.

"Bagi seorang jenderal yang kasar yang telah mengubah dirinya menjadi kakek penyayang kucing, sedikit ambiguitas tidak dapat dihindari." tulis The Economist, dikutip Selasa (19/5/2026). 

The Economist juga menyoroti langkah Prabowo yang dinilai memusatkan kekuasaan dan memperbesar peran militer dalam kehidupan publik.

"Ia menghabiskan dana melebihi kemampuan Indonesia, menempatkan sekutu dekatnya di posisi ekonomi senior, dan memberikan peran yang lebih besar kepada angkatan bersenjata dalam kehidupan publik," tulis media tersebut.

Menurut The Economist, kondisi tersebut dinilai berpotensi mengancam stabilitas yang dibangun Indonesia sejak krisis ekonomi 1997-1998.

"Hasilnya, bagi sebagian orang, tampak seperti awal mula pembalikan reformasi yang telah menopang stabilitas Indonesia sejak krisis keuangan Asia 1997-98," tulisnya lagi.

Media itu juga mengingatkan bahwa gejolak ekonomi di Indonesia bisa berdampak besar terhadap kawasan Asia Tenggara, termasuk negara tetangga seperti Australia dan Singapura.

Salah satu poin yang paling disorot The Economist adalah arah kebijakan fiskal pemerintah Indonesia. Media tersebut menilai Indonesia mulai meninggalkan disiplin fiskal yang selama lebih dari dua dekade menjadi fondasi stabilitas ekonomi nasional.

Menurut The Economist, puncaknya terjadi setelah reshuffle kabinet yang dilakukan Prabowo, termasuk pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa.


Topik

Ekonomi pelemahan rupiah kurs dollar nilai tukar rupiah rupiah melemah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri