Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pria Asal Pakel Meninggal di Lokasi Proyek Koperasi Merah Putih, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

Penulis : Aries Marthadinaja - Editor : Yunan Helmy

02 - Jul - 2026, 20:23

Placeholder
Seorang pria asal Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia secara mendadak saat berada di lokasi pembangunan KDMP di Dusun Bendilwungu, Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Kamis (2/7/2026) sore. (dok. Tulungagung Jatimtimes/Ist)

JATIMTIMES - Seorang pria asal Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia secara mendadak saat berada di lokasi pembangunan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) di Dusun Bendilwungu, Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Kamis (2/7/2026) sore. Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar. Namun, hasil pemeriksaan petugas memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi kecelakaan kerja pada tubuh korban.

Korban diketahui bernama Mohammad A. Riyadin (39), seorang wiraswasta yang berdomisili di Dusun Pecuk, Desa Pakel, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. Ia ditemukan telah meninggal dunia sekitar pukul 15.30 WIB setelah sebelumnya menyelesaikan aktivitas menurunkan material bangunan di lokasi proyek.

Baca Juga : Viral Aksi Heroik Kakak Lindungi Ibu dan Adiknya dari Dugaan KDRT, Warganet: Pergi Buk!

Kapolsek Sumbergempol, AKP Moh. Anshori, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban sempat menyelesaikan pekerjaannya sebelum akhirnya beristirahat karena merasa kelelahan.

"Korban selesai melakukan pekerjaan menurunkan bahan bangunan di lokasi pembangunan KDMP Desa Bendilwungu. Setelah itu, korban mengaku lelah dan izin beristirahat. Sekitar pukul 15.30 WIB, korban ditemukan saksi sudah dalam posisi telentang dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi," ujar AKP Moh. Anshori, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, korban bersama sejumlah pekerja tengah melakukan pekerjaan menurunkan bahan bangunan untuk pembangunan KDMP di Desa Bendilwungu. Seluruh pekerjaan berjalan seperti biasa tanpa adanya kendala berarti.

Sekitar pukul 15.00 WIB, setelah pekerjaan selesai, Mohammad A. Riyadin mengaku merasa kelelahan. Ia kemudian meminta izin kepada rekan-rekannya untuk beristirahat sejenak. Korban memilih duduk di halaman depan rumah yang berada di sekitar lokasi pembangunan sambil memulihkan tenaga setelah bekerja.

Rekan-rekan korban tidak menaruh curiga karena menganggap kondisi tersebut merupakan hal yang wajar setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Mereka kemudian melanjutkan pekerjaan masing-masing di sekitar lokasi.

Namun, sekitar tiga puluh menit kemudian atau tepatnya pukul 15.30 WIB, situasi berubah. Salah seorang saksi, Suprianto, yang berada di lokasi, mendapati korban sudah dalam posisi telentang di tempatnya beristirahat.

Saat diperiksa, korban diketahui sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Temuan tersebut langsung membuat saksi panik dan segera menghubungi keluarga korban serta melaporkan kejadian itu kepada kepala desa Bendilwungu.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Sumbergempol agar segera dilakukan penanganan lebih lanjut. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan pengamanan area sekaligus berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Tulungagung untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).

Tim Inafis bersama petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan adanya luka akibat benda tumpul maupun benda tajam yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.

Baca Juga : Viral Curhatan Dosen Kampus di Surabaya, Gaji Kecil Tak Sebanding Beban Kerja

Selain itu, petugas juga memastikan tidak terdapat indikasi bahwa korban meninggal akibat kecelakaan kerja selama menjalankan aktivitas di lokasi pembangunan. Dengan demikian, dugaan sementara mengarah pada meninggal dunia karena sebab alami atau kondisi kesehatan yang dialami korban.

Hasil pemeriksaan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak keluarga. Setelah memperoleh penjelasan dari petugas, keluarga menerima kejadian itu sebagai sebuah musibah dan tidak mengajukan permintaan autopsi.

"Keluarga juga telah membuat surat pernyataan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Setelah seluruh prosedur pemeriksaan selesai, jenazah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman," pungkas AKP Moh. Anshori.

Pihak keluarga memilih agar pemeriksaan terhadap jenazah hanya dilakukan melalui visum luar oleh tim medis dari Puskesmas Sumbergempol. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan awal yang tidak menunjukkan adanya unsur tindak pidana.

Usai proses visum luar selesai dilakukan, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Kecamatan Pakel. Selanjutnya, keluarga mempersiapkan proses pemakaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, saksi-saksi yang berada di lokasi saat kejadian turut dimintai keterangan oleh petugas guna melengkapi proses penyelidikan. Dari keterangan yang diperoleh, seluruh rangkaian peristiwa berlangsung secara normal. Korban sempat bekerja seperti biasa, kemudian beristirahat karena merasa lelah sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur kecelakaan kerja, penanganan kepolisian lebih difokuskan pada pendataan serta memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan. Setelah seluruh pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


Topik

Peristiwa Pria ditemukan meninggal Koperasi Merah Putih Tulungagung



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aries Marthadinaja

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa