JATIMTIMES – Kemeriahan mewarnai pelaksanaan turnamen sepak bola Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Cup II 2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu. Ajang kompetisi antarkepala desa se-Jawa Timur ini menjadi ruang silaturahmi yang penuh keakraban antar-pemimpin daerah.
Dukungan penuh ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Kota Batu dengan hadirnya Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto. Tak sekadar menyaksikan dari tribun, kedua pimpinan daerah tersebut bahkan ikut turun merumput memperkuat tim pada babak kedua saat menghadapi Kota Blitar.
Baca Juga : Rekomendasi 5 Film Bioskop Terbaru Untuk Akhir Pekan, Ada Deep Water dan Dear You
Atmosfer pertandingan semakin hidup dengan hadirnya Kapolres Batu beserta jajaran pejabat daerah dan masyarakat yang memadati stadion. Seluruh penonton yang hadir disuguhkan laga yang berjalan sengit dengan junjungan tinggi nilai sportivitas.
Pertandingan antara Kota Batu melawan Kota Blitar berlangsung ketat hingga peluit panjang dibunyikan dengan skor akhir 5-3 untuk keunggulan Kota Blitar. Meski harus mengakui keunggulan lawan, hasil akhir bukanlah prioritas utama dalam turnamen sepak bola ini.
Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan bahwa ajang PKDI Cup II menjadi sarana yang sangat efektif untuk mempererat tali persaudaraan antar-kepala desa dari berbagai daerah.
"Turnamen ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan sarana mempertemukan para kepala desa untuk membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, sekaligus menjaga kebugaran," ujar Nurochman.
Ia menambahkan bahwa olahraga dapat menjadi instrumen penting dalam membangun ruang kolaborasi demi kemajuan masyarakat desa di Jawa Timur.
Baca Juga : Daftar Negara Lolos Semifinal Piala AFF 2026, Ada Vietnam hingga Malaysia: Indonesia Tersingkir
"Melalui ruang kebersamaan seperti ini, jejaring antarpemimpin desa akan semakin kuat sehingga sinergi pembangunan daerah dapat terjalin lebih harmonis," tambahnya.
Turnamen PKDI Cup II 2026 sendiri diikuti oleh para kepala desa aktif dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Kompetisi ini diselenggarakan di 10 wilayah berbeda menggunakan sistem setengah kompetisi dengan memperebutkan total hadiah mencapai Rp 500 juta.
Dalam pembagian grup, Kota Batu tergabung di Grup D bersama dengan kontingen dari Kota Blitar dan Kabupaten Pasuruan. Pemkot berharap, turnamen yang dilaksanakan di Kota Batu mampu memicu semangat kebersamaan sekaligus memperkokoh kemitraan antar-pemerintah desa ke depannya.
