Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Netizen Indonesia Cenderung Marah dan Jijik soal Kasus Epstein Files

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

16 - Mar - 2026, 19:05

Placeholder
Grafis analisis sentimen isu Epstein Files. (Foto: Powered by BeData Technology)

JATIMTIMES - Isu Epstein Files belum lama ini ramai dibicarakan di media sosial, tepatnya pada awal Februari 2026. Analisis sentimen yang dirilis BeData Technology menunjukkan percakapan publik sempat melonjak dalam waktu singkat, sebelum akhirnya kembali mereda.

Dalam laporan bertajuk Sentiment Analysis Epstein’s File, diskusi mengenai kasus yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein itu awalnya relatif sepi pada 30 hingga 31 Januari. Percakapan baru mulai meningkat secara perlahan memasuki awal Februari.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Kamis Kliwon 19 Maret 2026: Suka Menyimpan Kecewa Terlalu Lama

Namun situasinya berubah drastis pada 4 Februari. Pada hari itu, percakapan di media sosial tiba-tiba melonjak, setelah muncul satu momen yang menuai reaksi keras publik.

“Percakapan baru mulai meningkat perlahan di awal Februari, hingga akhirnya mencapai lonjakan besar pada 4 Februari akibat satu momen pemicu yang kuat. Namun, lonjakan ini tidak bertahan lama karena jumlah percakapan langsung menurun keesokan harinya.” demikian riset BeData Technology, dikutip Senin (16/3/2026). 

Logo

Temuan ini menunjukkan bahwa perhatian publik terhadap isu Epstein lebih bersifat reaktif. Percakapan bisa tiba-tiba meledak karena satu peristiwa, lalu kembali mereda dalam waktu cepat.

Selain lonjakan percakapan harian, analisis juga melihat pola aktivitas tweet berdasarkan waktu. Hasilnya, aktivitas tertinggi terjadi pada pagi hari. Puncak percakapan tercatat sekitar pukul 05.00.

Lonjakan tersebut menandakan adanya satu momen yang langsung memicu reaksi massal dari warganet. Setelah puncak itu, aktivitas diskusi langsung turun cukup tajam dan cenderung stabil hingga siang dan malam.

“Pola ini menunjukkan bahwa percakapan bersifat reaktif, netizen ramai merespons saat isu mencuat, lalu diskusi cepat mereda.” demikian rilis resmi BeData yang diterima JatimTIMES, Senin (16/3/2026). 

Dari sisi sentimen, diskusi publik mengenai Epstein didominasi sentimen netral dan negatif. Sementara sentimen positif hanya muncul dalam jumlah kecil.
Sentimen netral umumnya muncul dari pengguna yang menyebarkan informasi atau berita terkait isu tersebut.

Sebaliknya, tingginya sentimen negatif menunjukkan banyaknya ketidakpuasan publik terhadap isu Epstein. Minimnya respons positif menandakan bahwa topik ini dipandang serius oleh publik dan lebih banyak memicu kritik.

Analisis kata kunci juga memperlihatkan bahwa percakapan publik masih terpusat pada inti isu. Beberapa kata yang paling sering muncul antara lain files, Epstein, dan Jeffrey.

Hal ini menunjukkan bahwa diskusi tidak banyak melebar ke topik lain.
Namun di sisi lain, banyak tweet yang juga berisi kata-kata personal seperti banget, gue, dan orang.

Kemunculan kata-kata tersebut menunjukkan banyak pengguna media sosial ikut menyampaikan opini pribadi atau reaksi langsung terhadap isu tersebut.

“Secara keseluruhan, pola ini menunjukkan bahwa diskusi tidak hanya informatif, tetapi juga personal dan reaktif, dengan netizen ikut mengekspresikan perasaan mereka terhadap isu tersebut.” demikian hasil riset BeData. 

Dalam analisis sentimen negatif, percakapan publik masih berfokus pada inti kasus Epstein. Namun wordcloud dalam laporan tersebut juga dipenuhi kata-kata bernada keras seperti rapist, disgusting, pedo, jahat, hingga ngeri.

Kata-kata tersebut mencerminkan emosi yang muncul di media sosial, mulai dari kemarahan hingga rasa jijik.

Secara umum, sentimen negatif dalam percakapan publik lebih banyak berupa luapan emosi personal dibandingkan kritik rasional.

Sementara itu, kata-kata dalam sentimen positif seperti yes, good, bersyukur, blessed, dan helpful tidak secara langsung berkaitan dengan isu Epstein.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Rabu Wage 18 Maret 2026: Awas Boros! 

Respons positif yang muncul cenderung bersifat personal dan tidak membentuk narasi besar dalam diskusi publik.
Di sisi lain, beberapa kata seperti konspirasi, gila, dan merinding juga muncul dalam percakapan warganet.

Kemunculan kata-kata ini menunjukkan adanya reaksi keterkejutan atau bahkan ketidakpercayaan dari sebagian pengguna media sosial.

Hal ini memperlihatkan bahwa sentimen positif tidak cukup kuat untuk mengubah arah percakapan, sehingga diskusi tetap didominasi keresahan publik.

Grafik analisis juga menunjukkan bahwa semua jenis sentimen, netral, negatif, maupun positif, mencapai puncaknya pada 4 Februari. Pada hari itu, tweet netral meningkat paling tinggi. 

Setelahnya disusul sentimen negatif, sementara sentimen positif tetap paling kecil. Lonjakan sentimen netral menandakan adanya penyebaran informasi yang masif pada hari tersebut. Penyebaran informasi itu kemudian memicu reaksi emosional berupa kemarahan dari warganet.

Sebelum tanggal tersebut, diskusi masih relatif tenang. Namun setelah puncak percakapan, aktivitas langsung menurun cukup cepat.

Pola ini menunjukkan perhatian publik terhadap isu Epstein cenderung meledak karena satu momentum, lalu mereda kembali.

Dalam rangkuman analisisnya, BeData menyimpulkan bahwa reaksi publik terhadap isu Epstein Files tidak hanya berupa kemarahan. Emosi juga muncul juga bercampur dengan rasa jijik, kaget, hingga takut. Hal itu terlihat dari kemunculan kata-kata emosional seperti mual, gila, merinding, ngeri, dan disgusting.

Banyak pengguna media sosial juga menuliskan keluhan setelah membaca berita terkait kasus tersebut, yang menunjukkan adanya rasa tidak nyaman atau shock.

Selain itu, percakapan publik juga dipenuhi kemarahan moral yang berkaitan dengan isu pelecehan anak. Hal ini terlihat dari penggunaan kata seperti pedo dan sex offender dalam berbagai tweet.

Beberapa pengguna bahkan menuliskan kutukan atau harapan buruk terhadap pelaku, yang menunjukkan puncak emosi publik.

Di sisi lain, penggunaan bahasa informal seperti gue dan banget menandakan bahwa banyak reaksi muncul secara spontan dan personal di media sosial.

Temuan dari BeData ini menunjukkan bahwa isu Epstein Files memancing emosi publik di dunia maya, mulai dari marah hingga jijik. 


Topik

Peristiwa Epsteim Files reaksi netizen netizen



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa