Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

97 Kasus Baru hingga Mei 2026, Pemerintah Andalkan Kesadaran Warga Periksa HIV

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

07 - Jul - 2026, 13:38

Placeholder
Ilustrasi AI.(foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Temuan kasus baru HIV di Kota Malang masih terus bertambah. Hingga Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat 97 kasus baru Orang dengan HIV (ODHIV). Jumlah tersebut menjadi hampir sepertiga dari total 300 kasus baru yang ditemukan sepanjang 2025.

Di tengah masih munculnya puluhan kasus baru dalam lima bulan pertama tahun ini, strategi pencegahan yang dijalankan Dinkes Kota Malang masih bertumpu pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara sukarela melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT).

Baca Juga : Bupati Ipuk Apresiasi Konsistensi LDII Banyuwangi Membina Karakter Generasi Muda

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar mampu mengenali sendiri apakah memiliki perilaku berisiko tertular HIV. Masyarakat yang merasa masuk kelompok berisiko kemudian didorong memanfaatkan layanan VCT yang kini tersedia di 16 puskesmas.

"Kita memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bisa mendeteksi dirinya, self assessment, apakah dirinya masuk risiko atau tidak. Kalau merasa berisiko, bisa melakukan VCT. Layanan VCT sudah tersedia di 16 puskesmas," ujar Husnul.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini sehingga penderita dapat segera memperoleh pengobatan. Namun, Dinkes mengakui kelompok dengan risiko tinggi masih mendominasi temuan kasus baru.

Dari 97 kasus baru yang ditemukan hingga Mei 2026, sekitar 35 persen berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL). Husnul menyebut pola tersebut belum berubah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Masih mendominasi," katanya.

Selain LSL, Dinkes juga menetapkan sejumlah populasi kunci lainnya dalam upaya pengendalian HIV, yakni wanita pekerja seks (WPS), waria, pengguna narkoba suntik, serta ibu hamil yang menjalani skrining.

Bagi masyarakat yang telah terdiagnosis HIV, Dinkes menekankan pentingnya menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin. Pengobatan tersebut berfungsi menekan perkembangan virus di dalam tubuh sehingga jumlah virus (viral load) dapat terus menurun.

Baca Juga : Kartu Merah Balogun Dianulir FIFA, Ulangi Kontroversi Piala Dunia 1962

Menurut Husnul, keberhasilan terapi dipantau melalui pemeriksaan viral load secara berkala. Semakin rendah jumlah virus, semakin baik respons pengobatan yang dijalani pasien.

Selain memastikan kepatuhan minum obat, ODHIV juga diimbau menghindari perilaku berisiko. Jika tetap melakukan aktivitas yang berpotensi menularkan HIV, penggunaan alat pelindung menjadi langkah yang harus diterapkan.

Dinkes juga mengandalkan pendampingan dari fasilitas kesehatan, keluarga, kelompok sebaya, hingga lembaga swadaya masyarakat seperti Sadar Hati dan Mahameru untuk memastikan pasien tetap menjalani pengobatan dan tidak putus terapi.

Meski layanan VCT telah tersedia di seluruh puskesmas dan akses pengobatan terus diperluas, bertambahnya 97 kasus baru hanya dalam lima bulan pertama 2026 menunjukkan tantangan pengendalian HIV di Kota Malang masih belum mereda.

Pendekatan yang mengandalkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri menjadi salah satu strategi utama yang kini terus didorong pemerintah daerah guna menemukan kasus lebih dini sekaligus menekan potensi penularan.


Topik

Peristiwa hiv hiv kota malang odhiv dinkes kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pasuruan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa